dark

Peluang Penurunan Suku Bunga The Fed Bangkitkan Optimisme Baru di Pasar Bitcoin

Sinyal Pelonggaran Moneter Mengubah Arah Sentimen

Lonjakan probabilitas pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve pada pertemuan Desember memicu perubahan cepat dalam psikologi pasar kripto. Di berbagai platform diskusi, pelaku pasar mulai memandang momentum ini sebagai faktor penyeimbang setelah tekanan jual yang selama sepekan terakhir menekan harga Bitcoin.

Persepsi tersebut muncul seiring keyakinan bahwa transisi dari fase pengetatan menuju pelonggaran moneter berpotensi menciptakan lingkungan lebih ramah bagi aset berisiko, termasuk kripto.

Probabilitas Pemangkasan Melonjak Tajam

Data dari CME FedWatch Tool menunjukkan peluang penurunan suku bunga mengalami lonjakan signifikan menjadi 69,40%, naik dari 39,10% hanya sehari sebelumnya. Perubahan ini mencerminkan penyesuaian ekspektasi pasar yang agresif terhadap arah kebijakan moneter The Fed.

Pergerakan tersebut bertepatan dengan komentar bernada dovish dari Presiden The Fed New York John Williams yang menyatakan bahwa pelonggaran kebijakan dapat dilakukan dalam waktu dekat tanpa mengorbankan target inflasi jangka menengah.

Bitcoin di Persimpangan Teknis dan Psikologis

Di tengah dinamika ini, harga Bitcoin berada di sekitar US$85.071 dengan koreksi mingguan sebesar 10,11%. Sejumlah analis mulai berspekulasi bahwa tekanan saat ini berpotensi membentuk titik stabil sementara, sebelum arah tren baru terbentuk.

Narasi ini memperkuat pandangan bahwa penurunan suku bunga dapat memicu fase akumulasi baru, terutama bagi investor yang melihat kripto sebagai instrumen lindung nilai terhadap kebijakan moneter longgar.

Optimisme Analis Berhadapan dengan Peringatan Fundamental

Beberapa analis menilai konfigurasi saat ini sangat mendukung reli lanjutan dalam jangka menengah hingga panjang. Mereka menilai pergeseran dari siklus pengetatan menuju pelonggaran adalah katalis struktural yang historisnya menguntungkan aset spekulatif.

Namun di sisi lain, ekonom ternama Mohamed El-Erian mengingatkan pasar untuk tidak merespons secara berlebihan terhadap satu pernyataan kebijakan. Ia menekankan bahwa arah inflasi dan stabilitas makro tetap harus menjadi referensi utama dalam membaca keputusan The Fed.

Dinamika Siklus Moneter dan Daya Tarik Aset Berisiko

Secara historis, penurunan suku bunga cenderung mengurangi daya tarik instrumen konservatif seperti obligasi dan deposito berjangka, sehingga mendorong aliran modal menuju aset dengan potensi imbal hasil lebih tinggi. Dalam konteks ini, Bitcoin sering diposisikan sebagai alternatif spekulatif yang diuntungkan oleh biaya modal yang lebih murah.

Perubahan struktur insentif ini memperkuat argumen bahwa kripto berpotensi mengalami fase ekspansi baru apabila pelonggaran benar-benar terealisasi.

Kritik terhadap Penilaian Pasar Sebelumnya

Coinbase Institutional menilai bahwa pasar sebelumnya keliru dalam memproyeksikan peluang pemotongan suku bunga. Mereka menyebut probabilitas yang sempat rendah sebagai “mispriced”, mengingat data terkini menunjukkan penurunan tekanan inflasi yang lebih kompleks dari perkiraan awal.

Mengacu pada riset internal, perusahaan tersebut menyoroti bahwa kenaikan tarif impor justru dapat bertindak sebagai guncangan permintaan negatif yang menurunkan inflasi sekaligus menekan tingkat pengangguran dalam jangka pendek.

Sentimen Kripto Masih Dibalut Kekhawatiran

Di balik optimisme yang tumbuh dari sisi makroekonomi, indikator psikologis pasar masih mencerminkan kehati-hatian ekstrem. Crypto Fear & Greed Index mencatat skor 14, yang masuk kategori “Extreme Fear”, menandakan mayoritas pelaku pasar masih berada dalam mode defensif.

Kondisi ini memperlihatkan adanya jurang antara narasi makro yang membaik dengan realitas psikologis investor ritel dan institusional.

Lanskap Strategis ke Depan

Kombinasi antara potensi perubahan kebijakan moneter, volatilitas harga Bitcoin, serta persepsi risiko global menempatkan pasar kripto dalam fase transisi krusial. Jika pemangkasan suku bunga benar-benar terealisasi, dampaknya diperkirakan tidak hanya terbatas pada harga, tetapi juga pada struktur alokasi modal dan strategi investasi jangka panjang di sektor aset digital.

Situasi ini menegaskan bahwa Bitcoin kini tidak lagi sekadar dipengaruhi oleh sentimen internal ekosistemnya, melainkan semakin terintegrasi dengan dinamika kebijakan moneter global dan keputusan strategis bank sentral.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

BlackRock Siapkan ETF Ethereum Ber-Staking, Ubah Peta Akses Imbal Hasil Kripto

Next Post

Winklevoss Dorong Zcash sebagai Pilar Privasi di Era Ledakan AI

Related Posts
Total
0
Share