dark

Tekanan Derivatif Guncang Pasar: Bitcoin Tembus US$81.000, Likuidasi Mencapai US$2 Miliar

Runtuhnya Zona Kritis Picu Gelombang Forced Selling

Penurunan Bitcoin di bawah level psikologis US$85.000 memicu gelombang likuidasi besar-besaran di pasar derivatif kripto. Dalam waktu kurang dari 24 jam, posisi senilai lebih dari US$2 miliar terhapus, menandai salah satu episode deleveraging paling intens dalam beberapa pekan terakhir.

Harga Bitcoin sempat mencoba bertahan di kisaran US$85.000 pada awal pekan, namun kehilangan momentum dan akhirnya tergerus hingga menyentuh area US$81.600 pada perdagangan intraday. Pergerakan ini menegaskan rapuhnya struktur teknikal di tengah tekanan likuiditas global.

Dominasi Likuidasi Long Menunjukkan Kepanikan Leveraged Buyer

source: coinglass

Data CoinGlass menunjukkan bahwa mayoritas kerugian berasal dari posisi long agresif. Dari total likuidasi, sekitar US$1,86 miliar berasal dari long, sementara posisi short hanya menyumbang sekitar US$140 juta.

Polanya tidak berbentuk satu kejatuhan vertikal, melainkan serangkaian gelombang likuidasi bertahap seiring Bitcoin menembus beberapa level support secara berurutan. Fenomena ini mencerminkan distribusi tekanan yang sistematis, bukan kepanikan instan sesaat.

Bursa dengan Paparan Terbesar

source: coinglass

Tekanan likuidasi paling terkonsentrasi terjadi di Bybit dan Hyperliquid, yang secara gabungan menguasai porsi terbesar dari total posisi yang terpaksa ditutup dalam periode pengamatan terbaru. Berdasarkan data terkini, distribusi nilai likuidasi di bursa utama adalah sebagai berikut:

  • Bybit: US$587,72 juta (Long US$525,06 juta | Short US$62,66 juta) — 89,34% berasal dari posisi long
  • Hyperliquid: US$559,81 juta (Long US$527,24 juta | Short US$32,56 juta) — 94,18% didominasi posisi long
  • Binance: US$289,89 juta (Long US$211,82 juta | Short US$78,07 juta) — 73,07% posisi long
  • OKX: US$134,25 juta (Long US$99,65 juta | Short US$34,60 juta) — 74,23% posisi long
  • Gate: US$110,77 juta (Long US$86,86 juta | Short US$23,91 juta) — 78,42% posisi long
  • HTX: US$99,76 juta (Long US$87,91 juta | Short US$11,84 juta) — 88,13% posisi long

Secara agregat, total likuidasi lintas bursa tercatat mencapai US$1,82 miliar, dengan US$1,57 miliar berasal dari posisi long dan US$246,04 juta dari posisi short. Komposisi ini menegaskan bahwa tekanan utama datang dari posisi beli berleverage yang gagal mempertahankan level margin.

Sentimen Pasar Bergeser ke Level Ketakutan Ekstrem

Indeks Crypto Fear & Greed kini berada di kisaran 10–15, masuk kategori “Extreme Fear”. Ini merupakan salah satu level terendah dalam beberapa bulan terakhir, kontras tajam dengan kondisi “Greed” yang tercatat belum genap satu bulan sebelumnya.

Perubahan drastis ini mengindikasikan pergeseran perilaku investor dari agresif mengejar momentum menjadi defensif dan berorientasi pada perlindungan modal.

ETF Kehilangan Arus Masuk, Penyangga Harga Menipis

Tekanan semakin diperparah oleh arus keluar dari ETF Bitcoin spot berbasis AS yang telah mencapai lebih dari US$3 miliar sepanjang November. Instrumen ini sebelumnya berfungsi sebagai bantalan likuiditas saat koreksi, namun kini tidak lagi memberikan dukungan signifikan terhadap tekanan jual derivatif.

Akibatnya, setiap gelombang likuidasi berdampak lebih langsung pada harga, memperbesar amplitudo volatilitas intraday.

Struktur Futures dan Opsi Isyaratkan Sikap Defensif

Funding rate di berbagai bursa mendekati zona netral, menandakan penurunan minat spekulatif berbasis leverage. Open interest pun menurun dari puncak yang tercatat pada September dan Oktober, memperlihatkan bahwa sebagian pelaku telah keluar dari posisi risiko tinggi.

Di pasar opsi, volatilitas implisit tercermin dalam kenaikan indeks DVOL Deribit ke kisaran low-60s, dengan bias proteksi yang kuat. Premi opsi put lebih mahal dibanding call, menunjukkan kebutuhan perlindungan terhadap risiko penurunan masih dominan.

Struktur ini menciptakan kondisi dealer short gamma yang berpotensi mempercepat pergerakan harga saat mendekati level teknikal kunci.

Zona Harga Strategis yang Jadi Fokus Pasar

Level US$85.000 kini berubah menjadi resistance utama. Selama harga gagal merebut kembali area ini, tekanan ke bawah masih terbuka.

Di sisi bawah, kisaran US$82.000 – US$79.000 menjadi area konsentrasi likuiditas dan psikologis kritis. Jika ditembus, potensi pelemahan lanjutan menuju level lebih rendah semakin terbuka.

Sementara itu, area US$90.000 – US$94.000 menjadi target pemulihan jika sentimen membaik, mengingat besarnya open interest opsi di zona tersebut.

Faktor Makro Menambah Beban Tekanan

Penguatan indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi 10 tahun di kisaran 4,1%–4,2% menjadi latar yang tidak bersahabat bagi aset berisiko tinggi. Dalam kondisi seperti ini, Bitcoin kembali diperlakukan sebagai instrumen ber-beta tinggi, bukan lindung nilai alternatif.

Koreksi di pasar saham dan instrumen pertumbuhan lainnya memperkuat korelasi tersebut, mendorong investor mengurangi eksposur terhadap aset volatil.

Tiga Skenario Pergerakan Jangka Pendek

Pasar saat ini mengantisipasi tiga jalur utama:

  1. Konsolidasi antara US$82.000 – US$90.000 jika tekanan ETF mereda dan volatilitas stabil.
  2. Penurunan lanjutan menuju area akhir US$70.000-an apabila US$85.000 terus gagal ditembus kembali.
  3. Rebound teknikal ke area US$90.000-an jika arus dana ETF berbalik positif dan tekanan perlindungan opsi melemah.

Untuk saat ini, peta likuidasi menunjukkan bahwa fase pelepasan leverage awal telah terjadi. Arah berikutnya akan ditentukan oleh kombinasi aliran dana institusional, struktur derivatif, dan daya tahan psikologis pelaku pasar terhadap fluktuasi ekstrem.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Gelombang Besar IPO Kripto Tandai Reposisi Infrastruktur Keuangan Digital

Next Post

BlackRock Siapkan ETF Ethereum Ber-Staking, Ubah Peta Akses Imbal Hasil Kripto

Related Posts
Total
0
Share