Pembaruan perangkat lunak XRP Ledger versi 3.2.0 mencapai adopsi 66% di tingkat validator, dengan 99 validator yang kini menjalankan rilis terbaru. Data XRPL Explorer memperlihatkan 481 node menginstal pembaruan ini, angka yang setara dengan 57,33% dari kapasitas jaringan terlacak.
Fokus rilis ini adalah proposal amendment fixCleanup3_2_0 yang melampaui ambang batas krusial. Proposal ini mendulang 85,71% dukungan voting lewat persetujuan 30 validator berbanding lima yang menolak. Dukungan di atas 80% ini memicu jadwal aktivasi resmi pada 29 Juli 2026 pukul 09:57 UTC. Tingkat dukungan mayoritas ini harus dipertahankan di atas 80% hingga menit aktivasi tiba. Jika persetujuan turun di bawah batas itu, hitungan mundur dua minggu akan di-reset dari awal.
Apa Akibatnya Jika Operator Terlambat Pindah
Meski jadwal aktivasi sudah pasti, masih ada 42 validator - mewakili 28% dari total kelompok validator - yang bertahan menjalankan versi lama 3.1.3.
Pembaruan 3.2.0 mengubah identitas inti perangkat lunak XRP Ledger. Proposal XLS-0095 mengganti nama perangkat lunak utama dari “rippled” menjadi “xrpld”. Perubahan ini memaksa operator node mengubah file konfigurasi dasar mereka dari rippled.cfg menjadi xrpld.cfg.
Validator XRPL dengan identitas Vet mengeluarkan imbauan kepada operator node untuk memperbarui sistem sebelum tenggat 29 Juli agar infrastruktur tetap kompatibel. Operator yang masih memakai versi lama akan langsung terkena status “amendment-blocked” saat aturan baru aktif. Node yang diblokir ini kehilangan kemampuan menentukan state buku besar yang valid.
Pemeliharaan Teknis dan Pembayaran AI
Proposal fixCleanup3_2_0 menggabungkan berbagai paket pemeliharaan jaringan. Perubahan ini mencakup perbaikan akurasi dan pembulatan untuk Single Asset Vaults, serta pemeliharaan Lending Protocol, Permissioned DEX, Multi-Purpose Tokens, dan Permissioned Domains.
📌 Baca JugaGrayscale Bawa ETF Worldcoin ke Nasdaq - Tapi Harga WLD Masih Terjun 97% dari Rekor
Di tempat terpisah, jaringan XRP Ledger mulai menangani volume transaksi jenis baru. Proyek t54.ai yang didukung Ripple melaporkan XRPL telah memproses lebih dari 1 juta pembayaran berbasis AI melalui protokol x402. Merespons tingginya interaksi ini, t54.ai meluncurkan fasilitas AI Hub untuk agen otonom.
Sanksi pemblokiran bagi puluhan node yang terlambat memperbarui perangkat lunak mereka membuktikan satu hal: partisipasi di infrastruktur terdesentralisasi menuntut kepatuhan ketat pada tenggat konsensus, bukan cuma soal membiarkan perangkat terus menyala.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




