Bitcoin sempat memanjat ke level tertinggi bulanan $65.500 pada Rabu (15 Juli), membangkitkan harapan bahwa reli akan berlanjut. Beberapa jam kemudian, harga sudah berbalik turun ke kisaran $64.000-$64.200. Puncak itu ternyata jadi titik di mana para penjual sudah menunggu.
Sejak tengah malam UTC, Bitcoin melemah sekitar 1,1% dan Ether turun 1,7%. Altcoin ikut terseret: PUMP dan ZEC masing-masing anjlok 4,4% setelah reli kuat mereka pada Selasa memudar.
Reli yang Kehilangan Bahan Bakar
Ironisnya, pemicu awal kenaikan justru kabar baik. Menurut crypto.news, BTC sempat naik ke $65.470 setelah data inflasi AS - baik CPI maupun PPI - keluar lebih rendah dari perkiraan, memperkuat ekspektasi bahwa The Fed tak perlu memperketat kebijakan dalam waktu dekat. Tapi momentum itu langsung menguap begitu penjual bermunculan di zona resistance utama.
Data Glassnode menunjukkan para pemegang jangka panjang justru memanfaatkan reli untuk mengurangi eksposur - menjual saat harga menguat alih-alih menunggu level lebih tinggi. Trader jangka pendek dan whale ikut mengunci untung di dekat resistance. Ditambah permintaan ETF Bitcoin spot yang mulai melambat setelah beberapa sesi inflow kuat, likuiditas menipis tepat saat harga terkoreksi. Funding rate di bursa offshore yang sempat menumpuk posisi long turut memperparah keadaan: begitu Bitcoin jatuh di bawah $64.400, likuidasi otomatis mempercepat tekanan jual hingga sempat menyentuh titik terendah harian $63.900.
Bayang-Bayang Perang di Timur Tengah
Faktor yang tak kalah menekan datang dari luar pasar kripto. Eskalasi konflik di Timur Tengah kembali memanas - Iran melancarkan serangan ke pangkalan militer AS di sejumlah negara Teluk pada Kamis, dan AS meneruskan gelombang serangan udara balasan. Ketegangan ini mendorong harga minyak pulih dan dolar AS menguat, dua sinyal yang biasanya membuat investor menjauhi aset berisiko. Futures Nasdaq 100 pun ikut turun, memperpanjang tren pelemahan sebulan terakhir.
📌 Baca JugaCZ Sindir Taruhan AI $725 Miliar Wall Street: ‘AI Tak Melindungimu dari Inflasi, Bitcoin Bisa’
Level yang Wajib Dijaga
Secara teknikal, belum semuanya suram. Grafik 4 jam menunjukkan Bitcoin masih mempertahankan trendline naik yang menopang tiap koreksi besar sejak awal Juli, dengan indikator Aroon Up bertahan di atas 64 dan Aroon Down mendekati nol - tanda pembeli masih memegang kendali tren menengah. Analis Ted Pillows menegaskan Bitcoin butuh penutupan harian di atas $65.000 untuk memicu ekspansi kuat; jika gagal, kenaikan jangka pendeknya bisa terhapus. Trader Lennaert Snyder menambahkan bahwa kegagalan menembus $65.600 menyisakan banyak likuiditas di atas harga sekarang, tapi area $63.800 harus dipertahankan lebih dulu sebelum ada upaya naik lagi. Satu beban lain tetap membayangi pasokan: distribusi lebih dari 140.000 BTC ke kreditur Mt. Gox yang jadwalnya belum jelas.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




