Pada Mei 2025, pengadilan federal memerintahkan OpenAI untuk menyimpan seluruh log keluaran data, termasuk riwayat obrolan yang sudah dihapus oleh pengguna. Perintah pengadilan turun untuk kepentingan pembuktian dalam kasus pelanggaran hak cipta The New York Times. Merespons preseden bagi ranah privasi itu, Ethereum Foundation meluncurkan zkAPI ke mainnet Ethereum.
zkAPI merupakan infrastruktur pembayaran kecerdasan buatan (AI) yang beroperasi menggunakan teknologi zero-knowledge proof. Sistem bekerja memisahkan identitas pembayar dari setiap permintaan AI yang masuk. Pihak penyedia model AI hanya menerima data tentang apa yang ditanyakan oleh pengguna, sementara lapisan pembayaran murni hanya mencatat nominal transaksi. Kedua belah pihak sama sekali tidak memiliki cara untuk menghubungkan data identitas dengan isi kueri.
Proses Validasi Tanpa Nama
Pengguna mengawali proses dengan menyetor deposit kredit berupa aset kripto ETH atau USDC ke dalam kontrak brankas (vault contract). Saat pengguna mulai mengajukan kueri AI, sistem bertugas membuktikannya melalui ZK proof. Proses validasi transaksi berjalan otomatis tanpa menyertakan nama ataupun jejak data pembayaran asli.
Server yang menerima kueri lalu memeriksa bukti kriptografi itu dan segera mengeluarkan kunci API sementara. Kunci dibatasi oleh plafon nilai dolar tertentu (capped dollar amount) dan hanya diizinkan hidup sesaat di dalam ruang memori perangkat pengguna, mencegah adanya pelacakan data residu jangka panjang.
Inovasi lahir dari kolaborasi bersama Open Anonymity Project, berawal dari proposal teknis yang diajukan Davide Crapis dan Vitalik Buterin di forum Ethereum Research pada Februari lalu. Bersamaan dengan peluncuran protokol utama, Ethereum juga memperkenalkan OA Chat. Aplikasi obrolan privat berbasis peramban (browser-based) beroperasi langsung tanpa instalasi. Kodenya sudah berstatus sumber terbuka (open source) dan tersedia di repositori GitHub.
Membidik Lalu Lintas Mesin
Davide Crapis, sosok yang memimpin tim dAI di Ethereum Foundation, menargetkan jaringan Ethereum untuk mengambil peran sebagai lapisan penyelesaian (settlement layer) utama bagi operasional kecerdasan buatan. Ia memprediksi bahwa mayoritas lalu lintas jaringan Ethereum dalam kurun waktu tiga hingga lima tahun ke depan akan datang dari aktivitas agen AI (mesin), bukan lagi transaksi manusia.
Memperluas jangkauan penggunaan, pengembang merancang zkAPI agar kompatibel penuh dengan OpenRouter, sebuah akses terbuka menuju ratusan model AI berbeda. Aplikasi apa pun yang beroperasi dengan format standar OpenAI kini bebas menyambungkan layanannya langsung ke dalam protokol pelindung privasi ini.
๐ Baca JugaDompet Ko-Pendiri Ethereum Geser 133.298 ETH ke Alamat Baru - Tapi Ini Bukan Sinyal Jual
Belum Lewati Audit Formal
Kendati menjanjikan lapisan keamanan identitas ekstra bagi pengguna kecerdasan buatan, protokol masih berlabel eksperimental. Pihak Ethereum Foundation menegaskan belum ada proses audit keamanan formal yang membedah keandalan kode kontrak pintar zkAPI.
Peluncuran langsung ke tahap mainnet menyediakan opsi perlawanan nyata terhadap monopoli data perusahaan teknologi besar, kendati risiko kerentanan perangkat lunak tahap awal belum sepenuhnya teruji oleh auditor independen. Dilansir dari Decrypt.
Baca juga: Cara Kerja Staking Kripto dan Risikonya
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




