BNB Chain resmi menyimpan $1,1 miliar dalam bentuk saham dan ETF tokenisasi per awal kuartal keempat 2026. Angka ini menjadikannya jaringan blockchain pertama yang sanggup melewati batas $1 miliar khusus untuk kategori aset saham. Lewat capaian nilai itu, ekosistem kontrak pintar ini memegang 30% dari total pasar saham tokenisasi global. Produk sekuritas yang bersandar di jaringan ini mencakup Binance bStocks hingga deretan aset terbitan Ondo Global Markets.
Ekspansi instrumen keuangan tradisional ke dalam blockchain kian meluas melampaui produk saham. Total valuasi keseluruhan pasar aset tokenisasi saat ini sudah melewati angka $34 miliar. Di tengah pasar bernilai puluhan miliar dolar itu, ceruk khusus saham dan ETF tokenisasi mencatatkan pertumbuhan sebagai salah satu instrumen penyerap aliran modal segar.
Membalikkan Posisi dalam Sembilan Bulan
Peta kekuatan blockchain pada awal tahun 2026 menampilkan urutan pemenang yang berbeda. Pada bulan Januari, Ethereum mendominasi sekitar 48% pasar saham tokenisasi global. Solana membuntuti di posisi kedua dengan porsi 31%, sementara BNB Chain menduduki urutan ketiga dengan penguasaan pasar 13%.
Valuasi total pasar saham dan ETF tokenisasi saat itu baru menyentuh angka $719 juta. Lompatan BNB Chain dari porsi 13% menjadi 30% terjadi seiring membesarnya kapasitas industri. Hanya dalam waktu sembilan bulan, volume pasar aset jenis ini tumbuh tajam lebih dari lima kali lipat.
Data dari analis on-chain Token Terminal merekam berlanjutnya kenaikan volume ini hingga akhir kuartal ketiga. Sektor saham dan ETF tokenisasi membukukan pertumbuhan 17% sepanjang bulan September. Total nilainya merangkak naik dari $2,87 miliar pada Agustus menjadi $3,35 miliar saat penutupan bulan September.
Menampung Separuh Investor Global
Kedalaman likuiditas BNB Chain sejalan dengan pertumbuhan jumlah penggunanya. Catatan metrik jaringan menampilkan 1,8 juta alamat dompet yang memegang aset jenis saham tokenisasi. Rekor angka partisipasi ini menempatkan BNB Chain di posisi puncak untuk adopsi investor ritel.
Sebanyak 1,8 juta alamat dompet itu setara dengan 45% dari total dompet investor saham tokenisasi gabungan di semua jaringan blockchain. Distribusi aset mengikuti satu pola menarik: BNB Chain meraup 30% pangsa pasar dari sisi nominal dolar, tetapi sanggup menampung hampir separuh total alamat partisipan yang ada.
๐ Baca JugaAset Tokenisasi Tembus $34 Miliar - Ekuitas Cuma Porsi Kecil Pasokan, Tapi Sedot 93% Transaksi Spot
Rasio dompet pengguna yang lebih besar ketimbang rasio nilai dolar mengindikasikan kuatnya arus modal skala ritel. Data lintasan sembilan bulan memberi fakta lapangan yang konkret: status sebagai jaringan pelopor tidak mengamankan loyalitas likuiditas investor. Begitu infrastruktur bersaing menawarkan efisiensi transaksi, uang pelan-pelan bermigrasi ke pintu masuk lain.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




