Altseason adalah periode waktu ketika harga berbagai aset kripto alternatif, selain Bitcoin, mengalami kenaikan nilai secara signifikan dan masif dalam waktu singkat. Fenomena ini biasanya dipicu oleh perpindahan dana investor dari Bitcoin ke koin-koin alternatif setelah Bitcoin mencapai puncak kejayaannya atau mulai stabil.
🔊 Cara baca: alt-si-zen
Penjelasan
Bayangkan pasar kripto seperti sebuah pusat perbelanjaan besar. Bitcoin adalah toko utama paling terkenal yang selalu ramai dikunjungi pertama kali. Namun, setelah puas berbelanja di toko utama tersebut, para pengunjung mulai berjalan-jalan dan membelanjakan sisa uang mereka di toko-toko kecil di sekitarnya.
Toko-toko kecil inilah yang diibaratkan sebagai koin alternatif atau altcoin. Saat semua toko kecil ini tiba-tiba menjadi sangat ramai dan penjualannya melonjak tinggi secara bersamaan, itulah yang kita sebut sebagai musim altcoin atau altseason.
Altseason terjadi ketika dominasi pasar Bitcoin mengalami penurunan sementara pangsa pasar total aset kripto alternatif (altcoin) meningkat tajam. Hal ini sering kali dipicu oleh rasa optimisme pasar yang tinggi setelah Bitcoin mengalami reli harga besar-besaran, membuat investor mencari peluang keuntungan yang lebih tinggi dari koin-koin yang harganya masih relatif murah.
Selama periode ini, berbagai altcoin, mulai dari koin dengan kapitalisasi pasar besar hingga koin baru, dapat mengalami lonjakan harga hingga ratusan persen dalam hitungan hari. Namun, investor tetap perlu waspada karena siklus ini biasanya berlangsung cepat dan diikuti dengan koreksi harga yang cukup tajam ketika pasar mulai jenuh.
Secara teknis, altseason sering diukur menggunakan Altcoin Season Index, di mana musim ini dinyatakan resmi dimulai jika 75 persen dari 50 altcoin teratas berkinerja lebih baik daripada Bitcoin selama periode 90 hari terakhir. Pergerakan modal ini mengikuti siklus rotasi aset yang khas: dari Bitcoin ke koin berkapitalisasi pasar besar (large-cap), lalu ke koin menengah (mid-cap), hingga akhirnya mengalir ke koin berskala kecil (small-cap) sebelum siklus tersebut berakhir.
🇮🇩 Konteks Indonesia
Di Indonesia, transaksi jual-beli berbagai altcoin saat altseason wajib dilakukan melalui exchange yang terdaftar resmi sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK). Seluruh transaksi tersebut dikenai pajak final, dan para investor harus ingat bahwa aset kripto di Indonesia berstatus sebagai komoditi yang diperdagangkan dan bukan alat pembayaran sah, karena hanya Rupiah yang menjadi alat pembayaran sah sesuai undang-undang. Regulasi dan pengawasan aset ini juga sedang berada dalam masa transisi dari Bappebti ke OJK sesuai amanat undang-undang.
Contoh
Bayangkan sekelompok singa yang baru saja selesai berburu dan memakan mangsa utama mereka hingga kenyang. Setelah singa-singa itu beristirahat, barulah hewan-hewan lain yang lebih kecil datang untuk memperebutkan sisa-sisa makanan yang melimpah. Di pasar kripto, Bitcoin adalah singa yang memakan porsi keuntungan terbesar terlebih dahulu, sedangkan altseason adalah momen pesta bagi altcoin yang memanfaatkan sisa aliran modal yang ditinggalkan Bitcoin.
Bagaimana cara mengetahui bahwa altseason sudah dimulai?
Salah satu indikator utama altseason adalah penurunan Bitcoin Dominance (persentase pangsa pasar Bitcoin dibanding total pasar kripto) yang disertai dengan lonjakan volume perdagangan dan kenaikan harga yang serempak pada sebagian besar koin alternatif.
Apakah altseason selalu terjadi setelah harga Bitcoin naik?
Tidak selalu, tetapi secara historis pola ini sering berulang karena investor cenderung mengamankan keuntungan dari Bitcoin terlebih dahulu, lalu memindahkan modal tersebut ke altcoin demi mencari keuntungan tambahan yang lebih besar.
🧠 Uji Paham
Istilah Terkait
Terakhir diperbarui 18 Juli 2026. Konten bersifat informatif/edukatif, bukan nasihat keuangan atau hukum - regulasi kripto bisa berubah, selalu verifikasi ke sumber resmi (OJK/Bappebti) untuk keputusan penting.




