Satu transaksi pinjaman leverage di protokol DeFi menghabiskan sekitar 1,84 juta gas - 14,7 kali lipat lebih boros dibanding swap stablecoin biasa yang membutuhkan 125.000 gas. Temuan itu berasal dari uji coba mainnet yang dijalankan tim pengembang Curve Finance. Menurut Curve, upgrade Glamsterdam Ethereum berpeluang menghadirkan kepastian eksekusi untuk transaksi DeFi rumit di tengah lonjakan beban jaringan. Namun efisiensi baru ini datang bersama perombakan struktur biaya yang menuntut adaptasi para pengembang.
Kenapa Likuidasi LLAMMA Butuh Blok Longgar
Kebutuhan ruang eksekusi yang besar berkaitan langsung dengan mekanisme pertahanan protokol. Algoritma likuidasi LLAMMA milik Curve mengandalkan arbitrase cepat untuk menyesuaikan posisi agunan dengan harga pasar lebih presisi. Mekanisme penyesuaian berkelanjutan ini bertugas menjaga stabilitas pasak crvUSD agar nilainya tidak melenceng dari dolar.
Kapasitas blok yang lebih lega dinilai akan membantu algoritma likuidasi LLAMMA bekerja tanpa hambatan. Ketika antrean transaksi memadat, transaksi arbitrase cepat berpeluang dieksekusi tepat waktu, sehingga stabilitas nilai crvUSD tetap terjaga dan risiko kerugian likuidasi bagi pengguna dapat ditekan.
Uji Coba 200 Juta Gas di Sepolia dan Tarif Baru EIP
Peningkatan kapasitas ini mulai diuji pada jaringan uji Sepolia. Pembaruan klien Prysm versi 7.2.1 memperlihatkan batas gas blok diuji hingga 200 juta gas, melonjak dari standar sebelumnya di kisaran 60 juta gas. Ruang blok yang lebih dari tiga kali lipat dibanding standar lama dirancang untuk menampung transaksi bervolume gas tinggi tanpa mengorbankan kecepatan konfirmasi.
Namun Curve mengingatkan bahwa Glamsterdam membawa restrukturisasi tarif operasi state melalui EIP-8037 dan EIP-8038. EIP-8037 mengatur biaya pembuatan state baru, sementara EIP-8038 menetapkan tarif untuk akses state. Perubahan skema ini berpotensi menaikkan biaya sejumlah smart contract tertentu, terutama aplikasi yang sering membuat atau memperbarui data penyimpanan di jaringan.
Bagi peminjam dan pengguna DeFi, kepastian eksekusi saat pasar bergejolak adalah kabar baik agar posisi tidak mendadak terlikuidasi. Namun bagi pengembang smart contract, Glamsterdam menuntut perhitungan baru: kontrak yang boros operasi state akan menghadapi tagihan eksekusi yang lebih mahal.
๐ Baca JugaEthereum Uji Coba Batas Gas 200 Juta di Sepolia - Tapi Mainnet Masih Akan Tertahan di 60 Juta
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Kerja Staking Kripto dan Risikonya
Baca juga: BitMine Borong 6 Juta Ethereum Saat Pasar Lesu - Kini Tom Lee Kunci Batas 5% dan Tolak Beli Lagi
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




