๐Ÿ“… Senin, 28 September 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
Trump Tolak Tutup Opsi Serang Iran Lagi, Bitcoin Terseret ke $83.000 - Minyak Mentah Melesat

Trump Tolak Tutup Opsi Serang Iran Lagi, Bitcoin Terseret ke $83.000 - Minyak Mentah Melesat

Koreksi pasar kripto terus berlanjut menyusul sentimen negatif geopolitik global. Bitcoin turun 1,3% menuju level $83.324 pada pukul 03:30 UTC tanggal 28 September 2026, dan sempat menembus angka $83.127. Harga ini merosot dari posisi di atas $87.000 yang tersentuh minggu lalu. Tren merah ini tidak terjadi sendirian. Altcoin utama seperti Ethereum, XRP, dan Solana juga mencatat penurunan harga. Di pasar ekuitas, kondisi serupa terlihat dari futures Nasdaq yang ikut terkoreksi 0,7%.

Proposal PBB Mentah, Tensi Kembali Naik

Investor merespons memanasnya situasi di Timur Tengah. Pada hari Minggu, 27 September, Donald Trump menyatakan tidak menutup kemungkinan adanya serangan militer tambahan ke Iran sebelum pemilihan paruh waktu Amerika Serikat bulan November. “It’s possible, but I just don’t want to say that,” ujar Trump. Melalui platform Truth Social, Trump juga menegaskan perang bakal berakhir “very soon”, sambil mengingatkan bahwa Iran “cannot have a nuclear weapon”.

Trump menunjukkan sikap kerasnya lewat penolakan terhadap proposal terbaru yang diajukan Iran dalam Sidang Umum PBB. Iran sebelumnya menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz selama tujuh hari dan penghentian pertempuran untuk memberi jalan perundingan. Penolakan dari pihak AS memicu reaksi balik cepat. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan negaranya “fully prepared” menghadapi konflik baru dan memperingatkan bahwa mereka sanggup bertahan di tengah skenario “doomsday war”.

Minyak Melesat di Tengah Ketakutan Inflasi

Kepanikan pasar langsung mengubah aliran modal global. Harga futures minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik hampir 1% menuju $93,28, berbarengan dengan minyak Brent yang juga mencatat tren serupa. Para pelaku pasar komoditas bereaksi sensitif terhadap segala situasi yang melibatkan Selat Hormuz, mengingat statusnya sebagai jalur vital penyalur energi dunia.

Indikator makroekonomi Amerika Serikat ikut menambah beban pergerakan Bitcoin. Yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun merangkak naik 127 basis poin menyentuh level 5,20% - angka tertingginya sejak tahun 2007. Ketakutan pasar terhadap ancaman inflasi, ekspektasi berlanjutnya kenaikan suku bunga The Fed, dan kekhawatiran seputar utang negara menjadi pemicu utama lonjakan imbal hasil obligasi itu.

Kinerja Kuartalan Tetap Kokoh

Penurunan harga hari ini memperdalam koreksi awal ke level $84.000 yang sempat terjadi. Laju penyusutan terbaru hingga $83.000 ini merespons langsung sikap Trump yang enggan menutup opsi serangan militer. Namun jika rentang waktunya diperlebar, Bitcoin belum kehilangan pijakan. Data tiga bulanan mencatat aset kripto ini masih mengantongi kenaikan 42% selama satu kuartal terakhir.

ETF Bitcoin Sedot $2,98 Miliar Dalam 7 Hari - Investor Kembali Untung Sejak Januari๐Ÿ“Œ Baca JugaETF Bitcoin Sedot $2,98 Miliar Dalam 7 Hari - Investor Kembali Untung Sejak Januari

Persentase kenaikan ini menjadikan Bitcoin tetap outperform dibandingkan kelas aset lain, sekalipun ikut terpukul ketidakpastian geopolitik global. Tekanan jual pekan ini murni menjadi reaksi pasar atas ancaman konflik bersenjata dan pergerakan yield. Dilansir dari CoinDesk.

Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula

Sebelumnya: Bitcoin Terkoreksi 4% ke $84.000 - Ironinya Arus Modal ETF Tetap Mengalir Pasca Kenaikan Bunga The Fed


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share