Flare Network baru saja memangkas jalur bagi pemegang XRP menuju dunia keuangan desentralisasi (DeFi). Pada 28 Juli 2026, jaringan ini merilis Flare Smart Accounts (FSA) versi 1.3, pembaruan yang memungkinkan pengguna mencetak FXRP dan menitipkannya ke brankas penghasil yield hanya lewat satu tanda tangan.
Inovasi ini menghapus hambatan teknis yang menahan laju likuiditas XRP. Pengguna tidak perlu menyiapkan dompet EVM terpisah, mencari token gas, atau memindahkannya manual antar rantai. Semua tahapan diselesaikan langsung dari dompet XRPL yang sudah mereka miliki. Sebelum pembaruan ini meluncur, proses masuk ke DeFi mewajibkan dua persetujuan XRPL terpisah; kini semuanya diringkas menjadi satu transaksi.
Hampir 24.000 Akun Telah Tercipta
Dampak pemangkasan alur ini terlihat pada metrik jaringan. Lebih dari 40 juta XRP kini mendapatkan yield melalui fasilitas Flare Smart Accounts. Sejak Februari 2026, volume FXRP yang dioperasikan di ekosistem DeFi Flare naik 75%, melompat dari 82 juta menjadi 144 juta token. Hampir 24.000 akun pintar baru juga sudah dibuat untuk menampung dana baru ini.
Guna mewadahi likuiditas yang masuk, Flare menambahkan Clearstar Flare XRP Yield Vault ke dalam opsi investasi. Brankas yang berjalan sepenuhnya on-chain ini menempatkan FXRP ke protokol pinjaman serta penyedia likuiditas seperti Avant dan Euler di jaringan Flare. Sebelumnya, Clearstar tercatat pernah mengelola dana di atas 33 juta FXRP. Brankas baru ini melengkapi kehadiran Monarq XRP Yield Vault yang sudah lebih dulu beroperasi untuk opsi, basis trading, dan penangkapan funding rate.
Apa Saja Dompet yang Mendukung?
Pintu masuk ke dalam ekosistem DeFi Flare kini terbuka makin lebar. Versi 1.3 resmi menyuntikkan kompatibilitas untuk Ledger, Xaman, Joey Wallet, serta semua varian dompet berbasis WalletConnect, termasuk Bifrost. Pilihan baru ini bergabung dengan D’CENT yang sudah didukung sejak awal. Joey Wallet bahkan melangkah lebih jauh dengan membenamkan antarmuka FSA langsung sebagai dApp in-wallet di dalam aplikasi mereka.
Langkah ini mempertegas fokus Flare pada keseimbangan antara kemudahan dan kemandirian kendali aset. CPO Flare, Filip Koprivec, menyatakan bahwa antarmuka baru ini memastikan kepemilikan dana tetap di tangan pengguna. “Pengguna bisa dari XRP ke yield dengan satu tanda tangan sambil tetap fully non-custodial,” paparnya.
📌 Baca JugaOndo Buang Rencana Layer-1 Demi Kecepatan Setara CEX - Langsung Buka Layanan Leverage 20x
Mengikis Sekat Likuiditas Lintas Jaringan
Selama bertahun-tahun, perpindahan modal antar rantai blok selalu diganjal oleh kewajiban mengelola banyak aplikasi dan membayar biaya jaringan ganda. Lewat peringkasan kerumitan titik interaksi menjadi satu persetujuan, batas teknis yang mengunci perputaran modal mulai runtuh. Saat gesekan operasional dihilangkan, aliran permodalan di lanskap web3 akan kembali pada satu pertanyaan dasar: di mana aset bisa bertumbuh paling optimal.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




