Valuasi $4,2 miliar dan suntikan dana segar $100 juta ternyata bukan jaminan aman dari surat pemecatan. Anchorage Digital, bank kripto pertama yang mengantongi lisensi federal Amerika Serikat, dilaporkan memangkas 17% tenaga kerjanya dalam sepekan terakhir.
CEO perusahaan mengumumkan langsung kebijakan efisiensi ini kepada para staf. Merujuk pada data sidang Kongres Februari lalu, Anchorage mempekerjakan sekitar 400 orang di seluruh dunia. Dengan rasio pemotongan 17%, sekitar 68 posisi di berbagai divisi resmi dihapus. Laporan ini menempatkan langkah perampingan Anchorage dalam konteks pasar kripto yang menanggung kelesuan panjang.
Pasar memang sedang tertekan. Kendati harga Bitcoin sempat pulih ke atas level $87.000, angka itu masih terpaut jauh dari puncak tertingginya di $126.000 pada bulan Oktober 2025. Kondisi industri yang melambat mendorong manajemen mengambil rute penghematan.
Uang Masuk, Karyawan Keluar
PHK ini mengundang tanda tanya karena terjadi persis setelah perusahaan menerima modal besar. Tether Investments baru saja mengucurkan pendanaan strategis senilai $100 juta ke rekening Anchorage. Suntikan dana ini bertujuan memperluas ruang lingkup kemitraan erat yang sudah terbangun antara kedua pihak.
Anchorage memegang peran sentral dalam ekosistem Tether. Bank yang beroperasi di bawah pengawasan regulasi Office of the Comptroller of the Currency (OCC) sejak Januari 2021 ini bertindak sebagai penerbit USAT - stablecoin dolar domestik khusus untuk pasar Amerika Serikat.
USAT meluncur perdana pada 27 Januari lalu dengan desain yang mematuhi kerangka kerja undang-undang stablecoin federal GENIUS Act. Ekosistem awal token ini melibatkan Cantor Fitzgerald sebagai pihak kustodian cadangan, dengan dukungan jaringan distribusi dari bursa kripto besar seperti Bybit, Crypto.com, Kraken, OKX, dan penyedia pembayaran MoonPay.
Infrastruktur Jalan Terus
Pemotongan staf nyatanya tidak menghentikan agenda ekspansi teknologi perusahaan. Pada 22 September lalu, Anchorage mengumumkan kerja sama infrastruktur stablecoin lintas jaringan bersama protokol LayerZero. Agenda teknis ini berjalan beriringan dengan peluncuran produk baru yang menargetkan pemain institusional.
๐ Baca JugaAbsa Buka Brankas Kripto Pertama di Afrika - Incar Pasar Pembayaran Lintas Batas $92 Miliar
Namun, rentetan pencapaian produk dan status regulasi elite tidak otomatis mengamankan nasib pekerja di meja operasi harian. Bagi 68 orang yang kehilangan pekerjaan pekan ini, realitas bisnis kripto kembali memperlihatkan pola klasiknya: valuasi miliaran dolar pun tidak akan menghentikan surat pemecatan saat manajemen menuntut efisiensi biaya.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Baca juga: Binance Buka Akses USDT di Jutaan Titik PayPay Jepang - Pedagang Tetap Terima Yen
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




