📂 Bagian dari: Stablecoin
Tether (USDT) adalah stablecoin terikat fiat terpopuler di dunia yang diterbitkan oleh perusahaan Tether Limited, berfungsi menyediakan likuiditas tinggi bagi para trader untuk bertransaksi dengan nilai yang dipatok satu banding satu dengan dolar Amerika Serikat menggunakan cadangan aset kas dan setara kas yang dikelola secara terpusat oleh penerbitnya.
🔊 Cara baca: te-der
Penjelasan
Bayangkan kamu menukarkan uang kertas Rp10.000 ke sebuah koperasi, lalu koperasi itu memberimu selembar kupon belanja khusus bernilai Rp10.000 juga. Kupon ini bisa kamu bawa ke mana-mana untuk bertransaksi dengan tetangga secara praktis karena semua orang percaya koperasi tersebut akan selalu mau menukar kupon itu kembali menjadi uang kertas Rp10.000.
Tether bekerja persis seperti kupon belanja tersebut di dunia digital. Koperasi pembuat kupon itu bernama Tether Limited, dan kupon digital yang mereka buat bernilai setara dengan satu dolar Amerika Serikat. Orang-orang menggunakannya agar bisa menyimpan nilai uang digital mereka dengan stabil tanpa harus repot mengirim uang lewat bank internasional.
Meskipun sama-sama bernilai satu dolar Amerika Serikat, Tether memiliki perbedaan mendasar dengan jenis stablecoin lainnya. Tidak seperti stablecoin algoritmik yang menjaga nilai menggunakan kode pemrograman otomatis dan rekayasa pasokan pasar, nilai Tether dijamin langsung oleh aset nyata yang disimpan di rekening bank. Hal ini membuat Tether cenderung lebih stabil dari sisi patokan nilai saat terjadi guncangan pasar ekstrem.
Jika dibandingkan dengan USDC yang merupakan pesaing terdekatnya, perbedaan utama terletak pada kepatuhan regulasi dan transparansi audit cadangannya. USDC diterbitkan oleh Circle yang sangat patuh pada regulasi ketat Amerika Serikat dan rutin diaudit secara terbuka, sedangkan Tether diterbitkan oleh Tether Limited yang beroperasi di wilayah hukum lepas pantai dan cadangan asetnya lebih banyak berinvestasi pada surat utang jangka pendek daripada kas murni.
Selain itu, Tether merupakan stablecoin tertua dan memiliki volume perdagangan paling besar di industri kripto. Penggunaan Tether sangat meluas di berbagai jaringan blockchain, menjadikannya pilihan utama bagi para pedagang aset kripto yang ingin memindahkan dana dengan cepat tanpa harus terpengaruh oleh fluktuasi harga aset kripto lain seperti Bitcoin.
Secara teknis, Tether diterbitkan di atas berbagai protokol blockchain seperti Ethereum (sebagai token ERC-20), TRON (sebagai token TRC-20), dan lainnya. Perbedaan jaringan ini sangat memengaruhi biaya transfer dan kecepatan transaksi USDT yang dirasakan pengguna. Selain itu, kontroversi mengenai keandalan cadangan komersial Tether di masa lalu telah mendorong perusahaan tersebut meningkatkan kepemilikan surat utang pemerintah Amerika Serikat guna meyakinkan pasar bahwa mereka memiliki likuiditas yang cukup untuk menghadapi penarikan dana massal.
🇮🇩 Konteks Indonesia
Di Indonesia, Tether (USDT) diperdagangkan secara luas di berbagai platform yang terdaftar resmi sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK). Berdasarkan hukum Indonesia, USDT berstatus sebagai komoditi yang diperdagangkan dan bukan merupakan alat pembayaran yang sah, karena hanya Rupiah yang menjadi alat pembayaran sah sesuai Undang-Undang Mata Uang. Pengawasan transaksi komoditi digital ini berada di bawah pengawasan bersama yang sedang bertransisi dari Bappebti ke OJK, dan setiap transaksi jual-beli USDT di platform lokal akan dikenai pajak final.
Contoh
Bayangkan sebuah gudang beras besar tempat para petani menitipkan hasil panen mereka. Gudang tersebut mengeluarkan selembar surat resi untuk setiap satu ton beras yang disimpan. Surat resi ini kemudian dapat berpindah tangan dan diperdagangkan antar-petani di pasar sebagai pengganti fisik beras itu sendiri karena semua orang tahu kertas tersebut dapat ditukarkan kapan saja dengan satu ton beras di gudang tersebut. USDT bekerja persis seperti surat resi panen ini, di mana surat resi digitalnya merepresentasikan kepemilikan dolar fisik yang disimpan di bank oleh perusahaan penerbitnya.
Apa perbedaan utama antara Tether (USDT) dan USD Coin (USDC)?
Perbedaan utama terletak pada tingkat transparansi audit dan regulator di belakangnya. USDC diterbitkan oleh lembaga yang berbasis di Amerika Serikat dengan kepatuhan regulasi yang lebih ketat, sedangkan Tether (USDT) diterbitkan oleh perusahaan luar negeri dengan sejarah cadangan aset yang lebih bervariasi, meskipun USDT tetap memimpin jauh dalam hal jumlah pengguna dan volume perdagangan harian global.
Bagaimana Tether menjaga nilainya agar selalu setara dengan satu dolar AS?
Tether mematok nilainya lewat mekanisme jaminan aset, di mana setiap satu USDT yang beredar diklaim didukung oleh cadangan senilai satu dolar AS yang disimpan oleh penerbitnya, Tether Limited. Cadangan ini terdiri dari kombinasi uang tunai, surat utang pemerintah Amerika Serikat, dan aset berharga lainnya yang dapat segera dicairkan jika pengguna ingin menukarkan USDT mereka kembali menjadi uang fiat.
🧠 Uji Paham
Istilah Terkait
Terakhir diperbarui 18 Juli 2026. Konten bersifat informatif/edukatif, bukan nasihat keuangan atau hukum - regulasi kripto bisa berubah, selalu verifikasi ke sumber resmi (OJK/Bappebti) untuk keputusan penting.




