Bitget resmi menawarkan hadiah sayembara sebesar 10% bagi siapa saja yang sanggup melacak atau membekukan aset dari peretasan $351,6 juta yang menimpa bursa itu. Rincian hadiahnya dibagi menjadi dua bagian yang setara: imbalan 5% diberikan kepada pihak yang membekukan aset curian, sementara 5% sisanya dicairkan jika dana hasil peretasan itu bisa dipulihkan kembali ke tangan bursa.
CEO Bitget Gracy Chen langsung mengajak komunitas keamanan siber untuk memburu aset ini. Ajakan ini ditujukan kepada para peneliti keamanan, operator bursa kripto lainnya, hingga para penyelidik on-chain independen. Partisipasi sayembara dapat dipantau lewat dashboard pelacakan langsung yang disediakan Bitget, atau melalui inisiatif LazarusBounty yang dikelola oleh bursa Bybit.
Aturan sayembara ini tidak terbatas pada temuan baru. Pihak yang sebelumnya melakukan aksi sukarela dan telah membekukan aset peretas dipastikan berhak menerima bounty. Penawaran ini mencakup semua upaya pengejaran di masa mendatang pada empat jaringan blockchain utama tempat aset curian terpantau: Ethereum, XRP Ledger, Zcash, dan TRON.
Langkah Awal Circle dan Tether
Jauh sebelum pengumuman sayembara ini tayang, dua penerbit stablecoin terbesar di dunia sudah lebih dulu turun tangan memotong akses pelaku. Circle dan Tether mengambil tindakan penangguhan awal dengan membekukan aset senilai total $318.000 - terdiri dari 99.990 USDC dan 218.023 USDT - yang tersimpan di alamat dompet sang peretas. Langkah pembekuan ini memutus akses pelaku ke sebagian aset likuid yang mereka pegang di tengah besarnya angka pencurian.
Kenapa Ripple Tidak Bisa Menyetop XRP Peretas?
Di tengah koordinasi antar-bursa, pelaku rupanya berpacu dengan waktu memecah jejak aset. Peretas tercatat telah memindahkan sekitar 54 juta XRP dari total 103 juta keping XRP curian. Timbunan XRP bernilai sekitar $83 juta itu kini sudah mengalir keluar dari lima akun penampung utama yang sebelumnya dipakai pelaku.
๐ Baca JugaKerugian Retas Bitget Tembus $387,5 Juta - CEO Ungkap Peretas Manipulasi Transfer Internal
Pergerakan aset senilai puluhan juta dolar ini memicu pertanyaan tentang peran pihak pengembang jaringan. Kenapa Ripple tidak langsung menekan tombol henti dan membekukan dompet peretas? Jawabannya terletak pada batasan teknis di lapisan dasar jaringan. Sistem XRP Ledger memang memungkinkan penerbit token sekunder membekukan aset terbitannya, tapi aset bawaan XRP sendiri tidak memiliki fitur serupa. Akibat ketiadaan mekanisme pembekuan bawaan ini, Ripple tidak punya kemampuan teknis untuk menghentikan transfer peretas.
Pengejaran sisa aset kini bergantung penuh pada seberapa cepat penyelidik on-chain merespons insentif 10% ini sebelum pelaku memecah dana lebih jauh. Dilansir dari crypto.news.
Sebelumnya: Hacker Bobol $351,6 Juta dari Bitget Tanpa Sentuh Private Key - Begini Cara Pelaku Memanipulasi Sistem
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




