BlackRock bekerja sama dengan Ondo Finance untuk merombak cara investor mengalokasikan modal. Manajer aset terbesar di dunia itu mengemas strategi investasi profesional ke dalam token individual di blockchain dengan nama ‘Intelligent Portfolios’.
Produk perdana ini menawarkan tiga model portofolio: fokus high income, diversified growth, dan high growth. Pembeli cukup memegang satu token utuh yang mewakili seluruh jajaran aset. Format ini memotong kerumitan teknis - investor tidak perlu lagi menyusun kepingan investasi satu per satu atau melakukan rebalancing terpisah untuk merapikan pembobotan.
Bebas Pindah Wallet dan Potensi Agunan
Menaruh portofolio utuh di atas rel blockchain menanamkan karakteristik yang absen dari reksa dana maupun ETF konvensional. Token ini dapat dipindahkan lintas wallet dan platform, lalu lintas on-chain miliknya terbuka untuk diawasi publik, dan membawa peluang untuk dijadikan agunan pinjaman di masa mendatang.
Langkah BlackRock dan Ondo melengkapi gelombang tokenisasi portofolio yang berjalan beberapa bulan belakangan. Sejak Agustus 2026, Bitwise, Coinbase, dan Glider yang disokong a16z sudah menggelar Automated Token Portfolios bagi investor luar Amerika Serikat yang memenuhi syarat kelayakan. Perbedaan pendekatannya terletak pada arsitektur - Bitwise tetap memecah kepemilikan aset individual di dalam wallet investor, sementara Ondo menyerap semua komponen aset ke dalam satu token.
Membuka Gembok Kelas Aset Tertutup
Bagi pengelola dana, tokenisasi menyajikan jalur distribusi anyar. Lisa O’Connor, Global Head of Model Portfolio Solutions BlackRock, menilai teknologi ini menghadirkan cara baru mendistribusikan strategi portofolio melalui infrastruktur digital. Inovasi ini menyasar ceruk modal yang besar - catatan Broadridge menunjukkan model portofolio tradisional menguasai dana $9,8 triliun per Juni lalu.
Efek distribusinya merembet ke isi keranjang investasi. Presiden ARK Invest Tom Staudt mengatakan tokenisasi bisa memasukkan instrumen yang sebelumnya sulit dijangkau pasar luas, mulai dari private equity, private credit, kripto, hingga pasar internasional. John Hoffman dari Ondo Finance menargetkan visi akhir berupa portofolio kelolaan profesional real-time yang menyesuaikan diri mengikuti kondisi pasar dan aliran data terkini.
Jalur Pembayaran untuk AI Agent
Infrastruktur on-chain yang sama turut membuka ruang bagi partisipan tipe baru. CEO ARK Invest Cathie Wood memproyeksikan strategi ‘follow the agents’ sebagai tren investasi kelak. Saat agen kecerdasan buatan mulai mengeksekusi transaksi mandiri di jaringan, jejak dompet mereka bisa dipakai investor untuk membaca arah arus permintaan pasar.
๐ Baca JugaStartup Jeeves Amankan Modal $110 Juta - Usai Bukukan $1,5 Miliar Transaksi Bisnis Lewat Stablecoin Hanya dalam 8 Bulan
BlackRock sejalan dengan pandangan itu lewat publikasi paper September lalu. Mereka memposisikan stablecoin dan blockchain sebagai solusi tunggal untuk pembayaran agen AI. Program otonom mutlak membutuhkan jalur transaksi tanpa gesekan saat harus melunasi panggilan API, ongkos data, atau beban komputasi tanpa harus berhenti menunggu otorisasi persetujuan manusia.
Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




