๐Ÿ“… Sabtu, 3 Oktober 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
Circle Desak Eropa Rombak MiCA - Aturan Wajib Simpan Uang di Bank Justru Bikin Risiko Melonjak

Circle Desak Eropa Rombak MiCA - Aturan Wajib Simpan Uang di Bank Justru Bikin Risiko Melonjak

Hanya tiga dari 25 stablecoin dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia yang kini mematuhi regulasi Markets in Crypto-Assets (MiCA). Kenyataan ini mendorong Circle mengajukan respons tertulis kepada Komisi Eropa dalam konsultasi peninjauan aturan itu, menuntut perombakan pada pedoman stablecoin.

Penerbit USDC berbasis dolar dan EURC berbasis euro ini menyebut MiCA memang memberi kawasan Eropa keunggulan awal di kancah global. Tapi argumen inti Circle menyoroti kelemahannya: MiCA mencetak banyak penerbit yang taat regulasi, namun luput menjangkau aset-aset global terbesar.

Risiko Berpusat di Bank Komersial

Kritik paling keras dari Circle jatuh pada kebijakan penyimpanan cadangan. MiCA mewajibkan semua penerbit e-money token (EMT) menaruh minimal 30% uang cadangannya dalam bentuk deposito di berbagai bank komersial. Kewajiban minimal ini melonjak menjadi 60% bagi penerbit token yang tergolong signifikan.

Circle menilai keharusan menumpuk dana di bank komersial malah meningkatkan eksposur risiko kredit pada sektor perbankan itu sendiri. Pendapat ini sejalan dengan pandangan bank sentral. Bank Sentral Eropa (ECB) juga berniat mengganti aturan cadangan saat ini dengan syarat likuiditas yang lebih fleksibel penerapannya.

Regulasi MiCA saat ini membatasi berapa banyak uang yang boleh ditaruh pada satu institusi perbankan. Ketentuan itu pada akhirnya memaksa penerbit stablecoin dengan aset besar menyebar uang cadangan mereka ke puluhan bank berbeda. Circle mendesak aturan pembatasan simpanan ini dicabut, bersamaan dengan penghapusan batas 35% untuk eksposur pada aset berdaulat tunggal.

Mencegah Pelarian Aktivitas Kripto

Di luar masalah simpanan, Circle mendorong otoritas Eropa untuk terus mempertahankan model multi-penerbitan. Skema ini memungkinkan aset stablecoin global diterbitkan bersama oleh entitas Uni Eropa dan mitra mereka di luar negeri. Circle memperingatkan bahwa meniadakan skema ini berpeluang besar memicu perusahaan menggeser aktivitas penerbitan mereka ke luar perbatasan Eropa.

Desakan revisi mencuat saat periode transisi untuk penyedia layanan kripto dijadwalkan berakhir selambat-lambatnya 1 Juli mendatang. Otoritas Sekuritas dan Pasar Eropa (ESMA) sudah menginstruksikan regulator tingkat nasional menindak tegas firma yang kedapatan tidak mematuhi hukum.

Kirim Uang Bisnis Dulu Makan Waktu 14 Hari - Kini Afrika Serap Kripto $92 Miliar Demi Rute Instan๐Ÿ“Œ Baca JugaKirim Uang Bisnis Dulu Makan Waktu 14 Hari - Kini Afrika Serap Kripto $92 Miliar Demi Rute Instan

Di sisi lain, Uni Eropa baru berencana merancang revisi MiCA yang lebih luas pada 2027 untuk mencari jalan tengah dalam menangani penerbit stablecoin asing. Aturan awal yang bermaksud melindungi pasar ini justru menciptakan persoalan baru yang menahan laju masuknya pemain besar ke Eropa.

Dilansir dari Decrypt.

Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?

Baca juga: Penerbit Eropa AllUnity Selama Ini Hanya Terbitkan Fiat Lokal - Kini Rilis Dolar USDAU di Enam Blockchain


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share