Presiden Donald Trump menyatakan bahwa tingkat inflasi tertentu berpotensi melunasi utang nasional Amerika Serikat sebesar $40 triliun dengan cepat, menurut laporan @WatcherGuru di X. Pernyataan ini berbalik arah dari posisinya terdahulu saat ia menyalahkan pemerintahan Joe Biden atas inflasi terbesar dalam sejarah AS, sekaligus klaimnya bahwa harga barang sudah mulai turun tajam.
Komentar Trump muncul bertepatan dengan mandeknya indikator inflasi. Data dari @unusual_whales di X memperlihatkan indeks harga konsumen (CPI) dan indeks pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS masih terpaku di angka 3,4% - tertinggal jauh dari target inflasi 2% yang dipatok Federal Reserve.
Sinyal Menguntungkan bagi Dolar AS
Sikap Trump menyiratkan kemungkinan pemerintah AS mulai menoleransi inflasi yang lebih tinggi. Skenario ini langsung menciptakan sentimen pendorong penurunan harga (bearish) bagi instrumen pendapatan tetap, sekaligus menebar ketidakpastian untuk arah harga Bitcoin.
Pasar berfokus pada probabilitas kebijakan suku bunga selanjutnya. Peluang The Fed menahan suku bunga pada pertemuan Oktober kini mendominasi di angka 77%, sementara prospek kenaikan suku bunga menyusut ke 23%. Analis dari Bitfinex mengingatkan bahwa kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) berisiko menempatkan suku bunga kembali sebagai pengendali utama pergerakan pasar.
Imbal hasil Treasury yang tinggi langsung menaikkan keuntungan kepemilikan aset berbasis dolar. Dinamika ini memperkuat nilai tukar USD dan berujung menekan minat investor menaruh modal pada aset berisiko tinggi seperti kripto.
Area Pasokan Kritis di $84 Ribu
Dampak sentimen makro itu ikut menahan Bitcoin mundur 0,99% ke posisi $84.038, setelah koin utama ini sempat menyentuh $87.220 pada perdagangan 2 Oktober.
Tumpukan pasokan dalam jumlah masif mengadang laju pemulihan harga Bitcoin. Sekitar 1,39 juta BTC tercatat memiliki basis biaya pembelian pada rentang harga $84.000 hingga $86.500 berdasarkan data 30 September. Bitfinex memaparkan bahwa apabila Bitcoin terus diperdagangkan di bawah $81.300 ditambah arus keluar ETF, pasar akan langsung menerima konfirmasi pelemahan strukturnya.
๐ Baca JugaSinyal Tahan Bunga Oktober Menguat, Peluang Kenaikan Runtuh ke 23%
Berdasarkan laporan @lookonchain di X, minat aliran dana institusi belum surut seutuhnya. Pada 1 Oktober, ETF Bitcoin masih membukukan arus masuk bersih $170,2 juta atau 1.383 BTC, membawa total aliran modal sepekan menjadi surplus 2.467 BTC. Kondisi berbeda menghantam ETF Ethereum yang mencatatkan penarikan bersih 23.436 ETH senilai $64,69 juta.
Investor kripto saat ini harus menimbang potensi pergeseran arah kebijakan fiskal pemerintah AS di tengah tertahannya pergerakan Bitcoin di zona penawaran jual yang padat.
Dilansir dari @WatcherGuru di X.
Baca juga: Trump Ancam Gugat Bos The Fed Jika Tak Mundur - Peluang Pangkas Bunga Oktober Runtuh ke 49%
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




