Akun X resmi USDC memposting foto produser musik DJ Khaled mengenakan jersey Chelsea bertuliskan ‘USDC by Circle’. Foto itu diiringi keterangan pendek ‘Another one’ - kalimat yang menjadi ciri khas Khaled di dunia hiburan. CEO Circle Jeremy Allaire lalu membagikan ulang kiriman itu, menambah kalimat sambutan berbunyi ‘DJ Khaled welcome to team USDC’.
Reaksi publik tidak berjalan mulus. Pengguna Crypto Twitter langsung menyoroti rekam jejak Khaled yang pernah berurusan dengan regulator Amerika Serikat terkait kasus investasi kripto. Taylor Monahan, mantan eksekutif di MetaMask, memelopori kritik tajam terhadap keputusan Circle yang menyandingkan jenamanya dengan figur bermasalah.
Kedua pihak tidak pernah mengeluarkan pengumuman resmi soal posisi duta merek atau kesepakatan pembayaran. Jalur masuk Khaled ke proyek ini bermula dari lapangan hijau. Circle adalah sponsor utama yang logonya terpampang di seragam klub sepak bola Chelsea, dan sang produser musik mulai terlibat setelah Chelsea dan agensi Roc Nation mengumumkan kemitraan pada bulan Mei lalu.
Jejak Centra Tech $25 Juta
Kemarahan komunitas mengerucut pada peran masa lalu Khaled di Centra Tech. Proyek penawaran koin awal (ICO) itu berhasil menghimpun dana masyarakat sebesar $25 juta bermodal klaim bohong soal kemitraan resmi dengan Visa dan Mastercard.
Khaled menerima bayaran $50.000 untuk mempromosikan token CTR di media sosialnya tanpa mencantumkan keterangan konten berbayar. Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) merespons pelanggaran itu dan memaksa Khaled membayar denda lebih dari $150.000 atas promosi terselubung yang dia lakukan.
Hukuman bagi para pendiri Centra Tech jauh lebih berat. Pengadilan memenjarakan Robert Farkas selama satu tahun dan satu hari. Rekan bisnisnya, Sohrab Sharma, menerima vonis kurungan delapan tahun sekaligus kewajiban menyerahkan aset sitaan senilai $36 juta kepada penegak hukum.
Kenapa Kim Kardashian Ikut Terseret
Batas waktu perjanjian Khaled dengan SEC - yang melarangnya menerima bayaran dari promosi sekuritas - kedaluwarsa pada 29 November 2020. Berdasarkan hukum tertulis, dia kini bebas merajut kerja sama komersial dengan perusahaan kripto mana saja.
Tapi bagi komunitas yang masih mengingat runtuhnya harga token-token ICO masa lalu, jejak etika ini sulit ditutupi oleh status legal semata. Reaksi keras di lini masa X terus bergulir dan berujung pada rentetan sindiran. Beberapa pihak menyebut Kim Kardashian sebagai kandidat paling pas untuk menjadi duta merek USDC berikutnya. Sindiran sarkastis itu merujuk pada nasib Kardashian yang juga pernah didenda SEC $1,26 juta akibat mempromosikan token EthereumMax.
๐ Baca JugaConduit Seret Tether ke Pengadilan - Bekukan $2,76 Juta Tanpa Perintah Polisi, Berujung PHK dan Kantor Tutup
Bagi para pengguna kripto yang pernah menjadi korban penipuan masa lalu, memori soal kerugian dari promosi artis tidak hilang begitu saja meski kontrak hukumnya sudah tuntas.
Dilansir dari Decrypt.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Baca juga: 46% Konsumen Asia Pasifik Siap Pakai Stablecoin - Tapi 41% Keliru Mengira Harganya Selalu Naik
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




