Kegagalan rancangan undang-undang CLARITY di Senat Amerika Serikat menekan harga Ethereum. Aturan ini gagal mencapai syarat 60 dukungan - hanya mendapat 49 berbanding 50 suara - dan langsung melemahkan ekspektasi kejelasan hukum. Akibatnya, Ethereum turun beruntun dari posisi sebelumnya di $2.660 dan diperdagangkan di sekitar $2.421 pada 16 September 2026.
Kehilangan level support psikologis $2.450 berdampak mahal bagi trader. Posisi long berleverage terpaksa ditutup paksa, menjadikan Ethereum penyumbang dominan dalam gelombang likuidasi kripto sebesar $250 juta. Aksi jual ini sempat menarik harga ke titik terendah di $2.382,70 pada sesi Selasa. Garis bawah Bollinger Band di angka $2.384,30 lalu bertindak sebagai penahan dan mencegah kejatuhan harga lebih jauh.
Dua Area Resistance Menghalangi Pemulihan
Meskipun penurunan sudah terhenti sementara, pergerakan naik terimpit di bawah rentang yang sempit. Rintangan terdekat hadir dari garis tengah Bollinger Bands di angka $2.464,49. Apabila angka pembatas ini terlewati, pembeli masih berhadapan dengan resistance Supertrend di level $2.526,61. Selama harga belum menembus $2.526, tren pelemahan jangka pendek masih memegang kendali penuh.
Berbagai indikator teknis mengonfirmasi pudarnya minat beli. Indeks Kekuatan Relatif (RSI) harian berada di 52,09. Nilai ini masih di atas ambang netral 50, namun terus merosot dari rata-rata pergerakan di 61,02 setelah meninggalkan area jenuh beli (overbought). Indikator Chaikin Money Flow pada grafik empat jam turut merekam aliran dana yang terlampau lemah untuk menopang harga kembali naik.
Berlindung Menunggu Keputusan Suku Bunga
Lemahnya minat beli selaras dengan sikap defensif investor besar menjelang rapat The Fed. Laporan dari penyedia infrastruktur institusional Talos mencatat lonjakan 28% kecenderungan beli (net buying tilt) yang murni diarahkan ke stablecoin. Pola ini berbalik tajam dibanding pertemuan bank sentral sebelumnya (FOMC), yang kala itu mencetak 8% kecenderungan jual stablecoin.
Minat mengoleksi Ethereum menjelang pengumuman suku bunga ikut anjlok dari 23% menjadi sisa 9%. Kelompok hedge fund tercatat masih menahan posisi beli bersih 25%, namun pengelola dana dengan skema kuantitatif dan sistematis kompak merotasi aset mereka ke posisi jual.
Pelaku pasar menjadikan pergerakan suku bunga acuan sebagai penentu pergerakan akhir tahun. Stephen Wundke dari Algoz memetakan peluang The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin telah menyentuh 93%. Bila bank sentral merilis pernyataan hawkish, Wundke memprediksi Bitcoin bisa bergerak menguji ulang level $63.000 - peluang yang terbuka lebar menilik riwayat Oktober dan November yang kerap menjadi dua bulan dengan catatan kinerja terkuat.
๐ Baca JugaEthereum dan Base Pecah Kongsi Soal Standar Wallet Baru - Developer Lintas Jaringan Kini Harus Tanggung Beban Ganda
Bagi pelaku pasar, hari ini menuntut kehati-hatian ganda. Terkuncinya pergerakan di bawah area resistance $2.464 menunjukkan bahwa trader enggan menyuntikkan modal tanpa aba-aba arah moneter yang pasti dari Amerika Serikat.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Kerja Staking Kripto dan Risikonya
Sebelumnya: Ethereum Tertahan di Bawah $2.550 Akibat Sepi Pembeli - Saat 89% Pasar Bertaruh Kenaikan Suku Bunga The Fed
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




