Para peretas kembali memanfaatkan tingginya antisipasi peluncuran proyek baru. Bursa terdesentralisasi DYORSWAP kehilangan sekitar $2 juta dalam bentuk Ether (ETH) akibat mengarahkan penggunanya ke sebuah jembatan (bridge) palsu. Platform pertukaran ini mengakui bahwa mereka sempat keliru mengira infrastruktur tiruan itu sebagai mainnet resmi dari blockchain GIWA.
Dalam laporan rekonstruksi kejadian pada Senin (28/9/2026), tim DYORSWAP membeberkan rincian kerugian dari kesalahan identifikasi ini. Jembatan penipuan itu memancing setoran total sebanyak 767,65 ETH yang berasal dari 1.335 alamat dompet. Dari seluruh akumulasi dana yang masuk ke alamat kontrak itu, pelaku berhasil membawa lari 766,25 ETH tanpa sisa.
Kasus ini menjadi ironi karena pihak pengembang bahkan belum mengoperasikan jaringan utama mereka. GIWA merupakan jaringan Layer-2 Ethereum yang digarap oleh Dunamu, perusahaan yang juga mengelola bursa kripto Upbit. Pihak GIWA langsung merilis penegasan bahwa mainnet resmi mereka sama sekali belum meluncur ke publik. Seluruh rincian koneksi jaringan maupun jembatan yang saat ini beredar luas di komunitas dipastikan sebagai infrastruktur palsu.
Uji Coba Jaringan Sebelum Peluncuran
GIWA memang mendapat sorotan berkat proses pengembangan utilitas yang panjang. Dunamu sudah menggelar tahap uji coba di testnet Sepolia sejak September 2025 dengan membangun di atas infrastruktur Optimism OP Stack.
Fase pengujian GIWA juga melibatkan pemain institusional dari sektor keuangan tradisional. Mereka menggandeng Hana Financial dan POSCO International sebagai mitra strategis untuk melakukan serangkaian simulasi remitansi perdagangan korporat. Atensi di tengah fase uji coba inilah yang membuka ruang bagi peretas untuk menyebar tautan jembatan palsu dan memancing para korban yang terburu-buru mencari akses awal.
Tanggung Jawab Kompensasi Kas Internal
Menyadari arah dana penggunanya meleset, manajemen DYORSWAP segera memverifikasi kondisi keamanan sistem mereka. Investigasi menunjukkan bahwa smart contract internal bursa sama sekali tidak diretas. Dana pengguna hilang murni karena rute interaksi yang keliru menuju kontrak penyebaran (deployer) jembatan pihak ketiga. Saat ini, tim bursa sedang melacak pembuat kontrak jembatan penipuan itu sekaligus memetakan sebaran aliran uang di berbagai alamat dompet penerima curian.
๐ Baca JugaTHORChain Biarkan 101,5 BTC Curian Bitget Lolos - GoPlus Bongkar Wewenang Terpusat Validator
Sebagai wujud pertanggungjawaban atas rekomendasi yang salah, bursa ini menempuh jalur mitigasi langsung. DYORSWAP menggunakan kas operasional perusahaan mereka sendiri untuk membayar kompensasi lebih dari 200 ETH. Dana ini dicairkan kepada para nasabah yang asetnya ikut terkuras akibat mengikuti tautan jembatan palsu di platform mereka.
Kecepatan mengganti kerugian pengguna dengan kas sendiri mencegah kepanikan platform meluas, namun ketidakmampuan bursa dalam membedakan kontrak palsu dan jaringan resmi tetap menyisakan pertanyaan soal standar uji kelayakan mereka. Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Sebelumnya: Layer-2 Sokongan Upbit Bantah Isu Kebocoran RPC Mainnet - Jaringannya Saja Belum Ada
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




