Emas rontok hampir 4% pada perdagangan Senin saat imbal hasil tenor panjang obligasi Amerika Serikat melesat menyentuh level tertingginya sejak 2007. Namun guncangan di pasar tradisional itu hanya berujung pada koreksi 1% bagi Bitcoin. Pada hari yang sama, mata uang kripto ini sekadar turun menginjak $82.500 sebelum langsung memantul naik kembali ke $84.000.
Perbedaan arah ini memperlebar jarak kinerja antar-kelas aset. Sepanjang kuartal ini, Bitcoin mendaki lebih dari 40% - meninggalkan emas, indeks S&P 500, maupun instrumen investasi besar lainnya jauh di belakang.
Bitcoin membukukan kenaikan kuartalan ini di tengah dolar yang ikut menguat. Indeks dolar AS (DXY) merangkak naik 2,7%, beranjak dari 98,78 menuju sekitar 101,50 terhitung sejak 9 September. Pada 29 September 2026 saat tulisan ini disusun, Bitcoin diperdagangkan mantap di level $84.117 menurut laporan CoinDesk.
Sinyal Tarik-Menarik di Level $80.000
Fidelity Investments memetakan potensi pergerakan harga melalui grafik riwayat harian. Direktur Global Macro Fidelity, Jurrien Timmer, menemukan formasi double-bottom breakout yang membuka celah bagi nilai aset untuk naik membidik titik $100.000.
“Bitcoin terlihat menarik di sini saat menguji resistance kunci di $80.000,” tulis Timmer di platform X. “Jika garis ini tembus, ia akan mengonfirmasi double bottom dengan target $100.000.”
Dalam kaidah teknikal, pola double bottom mencetak lintasan yang menyerupai huruf W. Harga merosot ke batas dasar, memantul naik, anjlok lagi membentur lantai bawah yang persis sama, lalu mendaki tajam. Formasi berulang ini mendeteksi kehadiran pembeli yang memborong aset dua kali di rentang harga identik, menyerap habis tekanan jual yang membayangi batas tersebut.
Tumpuan Likuiditas Tiga Triliun Dolar
Garis pertahanan pembeli sejauh ini terbukti solid. Harga Bitcoin bertahan menjejak di atas $80.000 dan tidak jatuh merosot ke bawah level puncak bulan Mei lalu, meski indikator momentum harian memperlihatkan perlambatan.
๐ Baca JugaImbal Hasil Obligasi AS Menuju Rekor 6% - Ironinya Lonjakan Ini Justru Memperkuat Posisi Bitcoin
Tingginya lalu lintas transaksi bursa memastikan sirkulasi aset tetap lancar. Perputaran uang dari para pedagang kripto ini terekam di platform bursa terdesentralisasi Hyperliquid yang membukukan volume harian mencapai $9 miliar.
Amunisi likuiditas pasar juga masih terus dipasok melalui koin berpatokan uang fiat. Firma riset CoinShares memperkirakan total kapitalisasi pasar stablecoin bisa mendekati angka $4 triliun menjelang penutupan dekade ini. Cadangan likuiditas bernilai dolar ini yang kelak menguji seberapa kuat Bitcoin menanjak di rute grafik rancangan Fidelity.
Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Baca juga: ETF Bitcoin Sedot $2,39 Miliar - Proyek Uang Bank AS Justru Bikin Quant Terbang 61%
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




