Circulating Supply adalah jumlah total koin atau token kripto yang saat ini aktif beredar di pasar dan dapat ditransaksikan oleh publik. Angka ini sering digunakan oleh investor untuk menghitung nilai kapitalisasi pasar suatu aset kripto dengan cara mengalikan jumlah pasokan beredar tersebut dengan harga satuannya saat ini.
🔊 Cara baca: ser-kyu-ley-ting sa-play
Penjelasan
Bayangkan sebuah klub sepak bola yang mencetak 1000 lembar tiket untuk satu musim kompetisi. Dari jumlah itu, 600 tiket sudah dibeli penonton dan bebas diperjualbelikan kembali di luar stadion, sedangkan 400 tiket sisanya masih disimpan di gudang manajemen klub dan belum boleh keluar.
Nah, 600 tiket yang sudah berada di tangan penonton dan bisa dipakai atau dijual kembali itulah yang disebut sebagai circulating supply atau pasokan beredar.
Circulating supply merujuk pada jumlah koin atau token dari suatu proyek kripto yang sudah dibuat, dilepaskan ke publik, dan tersedia untuk diperdagangkan di pasar. Jumlah ini sangat dinamis karena bisa bertambah melalui proses pembuatan koin baru seperti mining atau staking, dan bisa berkurang jika ada koin yang sengaja dihancurkan untuk selamanya lewat mekanisme pembakaran koin.
Memahami angka pasokan beredar ini sangat krusial bagi para pelaku pasar karena menjadi variabel utama dalam menentukan valuasi sebuah proyek. Nilai kapitalisasi pasar atau market cap didapatkan dari perkalian antara harga koin saat ini dengan jumlah koin yang sedang beredar, bukan jumlah total koin yang pernah diciptakan.
Para pengembang proyek kripto sering kali mengunci sebagian pasokan koin mereka untuk kebutuhan masa depan atau sebagai insentif tim, sehingga koin-koin yang dikunci tersebut tidak dihitung ke dalam pasokan beredar sampai waktu pengunciannya berakhir.
Secara teknis, circulating supply dilacak melalui pemantauan alamat dompet blockchain secara real-time untuk mengecualikan koin yang berada di alamat penguncian kontrak pintar, dompet tim pengembang yang belum matang masa rompinya, atau dana cadangan yayasan. Platform data pelacak biasanya memverifikasi data ini secara on-chain untuk memastikan keakuratan jumlah koin yang memiliki likuiditas aktif di pasar.
🇮🇩 Konteks Indonesia
Di Indonesia, pemahaman tentang pasokan beredar sangat penting saat membeli aset kripto yang terdaftar di exchange resmi atau Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK). Karena kripto berstatus sebagai komoditi yang diperdagangkan dan bukan alat pembayaran sah di bawah pengawasan OJK/Bappebti, investor dapat menggunakan metrik pasokan beredar ini untuk menilai kewajaran harga sebelum bertransaksi jual-beli yang nantinya akan dikenai pajak final.
Contoh
Bayangkan dalam kompetisi balap mobil, panitia menyediakan total 50 mobil balap di area sirkuit. Namun, pada hari balapan, hanya 30 mobil yang diizinkan keluar dari garasi untuk berlaga di lintasan dan diperebutkan oleh para pembalap, sementara 20 mobil lainnya disimpan sebagai cadangan darurat. Jumlah 30 mobil yang berlaga dan aktif di lintasan itulah representasi dari pasokan beredar.
Apa perbedaan antara Circulating Supply dan Total Supply?
Total supply adalah jumlah keseluruhan koin yang sudah dibuat dikurangi koin yang sudah dihancurkan, sedangkan circulating supply hanya menghitung bagian dari total supply yang saat ini sudah dilepas ke pasar dan bisa ditransaksikan secara bebas oleh publik.
Apakah Circulating Supply bisa bertambah secara tiba-tiba?
Ya, pasokan beredar bisa melonjak jika ada pembukaan kunci token yang sebelumnya disimpan oleh tim pengembang atau ketika koin baru hasil penambangan dirilis ke pasar, yang biasanya dapat memengaruhi harga karena bertambahnya penawaran.
🧠 Uji Paham
Istilah Terkait
Terakhir diperbarui 18 Juli 2026. Konten bersifat informatif/edukatif, bukan nasihat keuangan atau hukum - regulasi kripto bisa berubah, selalu verifikasi ke sumber resmi (OJK/Bappebti) untuk keputusan penting.




