📂 Bagian dari: Konsensus Blockchain
Delegated Proof of Stake (DPoS) adalah mekanisme konsensus blockchain yang memungkinkan pengguna memberikan hak suara mereka kepada pihak ketiga atau delegasi untuk memvalidasi transaksi dan mengamankan jaringan. Metode ini berbeda dari Proof of Stake biasa karena mengandalkan sistem perwakilan terpilih, sehingga proses pembuatan blok baru menjadi jauh lebih cepat dan hemat energi.
🔊 Cara baca: deh-leh-gey-ted pruf of steik
Penjelasan
Bayangkan sebuah kelas sekolah yang ingin menentukan piket kebersihan harian. Dibandingkan meminta seluruh siswa di kelas bergotong-royong memeriksa setiap sudut ruangan secara bersamaan yang tentu memakan waktu dan berisik, para siswa memilih beberapa perwakilan kelas yang mereka percayai untuk melakukan tugas tersebut.
Dalam DPoS, pemegang koin bertindak sebagai siswa yang memberikan suara. Mereka memilih beberapa perwakilan (delegasi) untuk menjaga dan memeriksa transaksi. Jika delegasi tersebut malas atau curang, para pemegang koin bisa langsung mencabut suaranya dan memilih perwakilan baru yang lebih jujur.
Delegated Proof of Stake (DPoS) merupakan variasi dari konsensus Proof of Stake (PoS) yang bertujuan untuk meningkatkan kecepatan transaksi. Perbedaan utamanya terletak pada jumlah validator. Pada PoS biasa, siapapun yang memiliki koin dalam jumlah tertentu bisa menjadi validator secara langsung. Sementara pada DPoS, pemilik koin memberikan hak suaranya untuk memilih sejumlah kecil validator khusus yang disebut delegasi atau saksi (witness).
Karena jumlah validator dalam jaringan DPoS sangat dibatasi (biasanya berkisar antara 21 hingga 100 validator saja), kesepakatan untuk menyetujui transaksi baru bisa dicapai dalam hitungan detik. Ini sangat berbeda dengan Proof of Work (PoW) seperti Bitcoin yang membutuhkan waktu lama karena harus melibatkan seluruh penambang di dunia untuk memecahkan teka-teki matematika rumit menggunakan komputer berdaya tinggi.
Keamanan jaringan DPoS dijaga melalui reputasi. Jika seorang delegasi mencoba memvalidasi transaksi palsu atau tidak aktif saat jadwalnya membuat blok, para pemilik koin akan segera mengetahuinya. Mereka dapat melakukan voting ulang untuk mengganti delegasi buruk tersebut secara real-time, sehingga integritas sistem tetap terjaga tanpa perlu menghentikan operasional blockchain.
Dalam arsitektur DPoS, pemungutan suara berjalan secara kontinu menggunakan sistem bobot suara berdasarkan jumlah koin yang dimiliki (stake-weighted voting). Delegasi terpilih yang masuk ke dalam daftar aktif (active set) bertanggung jawab untuk membuat blok baru sesuai jadwal berputar (round-robin). Batasan jumlah saksi aktif ini memangkas latensi komunikasi jaringan secara drastis dari skala global menjadi koordinasi antar-node yang terbatas, sehingga mampu menghasilkan throughput transaksi per detik (TPS) yang sangat tinggi namun dengan konsekuensi tingkat desentralisasi yang lebih rendah dibandingkan jaringan berbasis PoW atau PoS tradisional.
🇮🇩 Konteks Indonesia
Di Indonesia, pendelegasian aset kripto dalam jaringan DPoS di platform lokal wajib mematuhi ketentuan dari OJK/Bappebti. Karena kripto berstatus sebagai komoditi yang diperdagangkan dan bukan merupakan alat pembayaran sah (di mana hanya Rupiah yang sah sesuai undang-undang), aktivitas ini dipandang murni sebagai transaksi investasi. Pengguna di Indonesia perlu bertransaksi melalui bursa yang terdaftar resmi sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK), di mana keuntungan atau hasil dari transaksi aset tersebut nantinya akan dikenai pajak final.
Contoh
Bayangkan proses pemilihan pengurus OSIS di sebuah sekolah. Seluruh siswa memberikan suara untuk memilih sepuluh orang perwakilan yang bertugas mengelola kegiatan sekolah. Keputusan harian tidak perlu dirapatkan oleh seluruh siswa sekolah, melainkan cukup disepakati oleh sepuluh pengurus OSIS terpilih ini. Jika ada pengurus OSIS yang tidak bekerja dengan baik atau melanggar aturan, para siswa bisa mengadakan pemilihan luar biasa untuk segera mencopot jabatannya dan menggantinya dengan siswa lain.
Apa perbedaan utama antara PoS dan DPoS?
Pada Proof of Stake (PoS), setiap pemilik koin yang mengunci asetnya berpeluang memvalidasi transaksi secara mandiri. Sebaliknya, pada Delegated Proof of Stake (DPoS), pemilik koin tidak memvalidasi transaksi sendiri melainkan memilih sekelompok kecil perwakilan resmi untuk menjalankan tugas validasi tersebut demi kecepatan jaringan yang lebih tinggi.
Apakah pemegang koin biasa bisa mendapatkan keuntungan dalam sistem DPoS?
Ya, pemegang koin biasa yang memberikan suaranya kepada delegasi tepercaya biasanya akan menerima bagi hasil dari imbalan blok yang diperoleh delegasi tersebut. Keuntungan ini dibagikan secara proporsional sesuai dengan jumlah suara atau koin yang didelegasikan oleh pengguna.
🧠 Uji Paham
Istilah Terkait
Terakhir diperbarui 18 Juli 2026. Konten bersifat informatif/edukatif, bukan nasihat keuangan atau hukum - regulasi kripto bisa berubah, selalu verifikasi ke sumber resmi (OJK/Bappebti) untuk keputusan penting.




