Ripple baru saja mendapat kunci yang diincar hampir semua perusahaan kripto di Eropa: satu lisensi yang berlaku di 29 negara sekaligus. Ripple Payments Europe SA resmi masuk daftar Crypto Asset Service Provider (CASP) yang teregistrasi ESMA, regulator sekuritas Uni Eropa, dalam pembaruan terbaru pada 17 Juli 2026.
Ripple bergabung bersama 14 firma lain dalam update itu, membawa total penyedia layanan kripto yang terdaftar resmi di register ESMA menjadi 294 CASP. Tapi yang membuat izin ini berharga bukan sekadar masuk daftar - melainkan pintu yang dibukanya.
Bagaimana Satu Izin Bisa Menjangkau 29 Negara
Lisensi CASP ini melengkapi lisensi electronic money institution yang sudah dipegang Ripple di Luxembourg. Kombinasi keduanya mengaktifkan mekanisme ‘passporting’ khas MiCA: sekali disetujui di satu negara anggota, layanan bisa ditawarkan ke seluruh 29 negara Uni Eropa tanpa perlu mengurus izin terpisah di masing-masing negara.
Dampaknya konkret buat bisnis. Ripple menyatakan bank, fintech, dan klien korporat cukup memakai satu integrasi untuk menampung dana, menukar aset, sekaligus melakukan pembayaran - termasuk produk yang memakai XRP, XRP Ledger, atau stablecoin RLUSD. Izin ini menyusul persetujuan sebelumnya di Luxembourg, dan menambah daftar restu regulator Ripple yang juga sudah termasuk Financial Conduct Authority (FCA) di Inggris.
Bank Tradisional Ikut Antre, Regulator Justru Waswas
Ripple bukan satu-satunya yang bergerak. Dalam update yang sama, ESMA juga menambahkan Bison Bank (Portugal), Hrvatska postanska banka (bank milik negara Kroasia), dan Kaiser Partner Privatbank (Liechtenstein) ke register - tanda bahwa bank-bank tradisional pun kini ikut memburu izin MiCA. Payment processor BitPay secara terpisah baru saja mengantongi izin MiCA dari regulator Belanda.
📌 Baca JugaRegulator yang Bakal Mengawasi Kripto $2,2 Triliun Ini Cuma Punya Satu Orang di Kursinya - dan Anehnya Malah Makin Gesit
Namun di balik antrean izin ini, ada peringatan yang tidak boleh diabaikan. Ketua AMLA, otoritas anti pencucian uang Uni Eropa, Bruna Szego, mengingatkan Komite Parlemen Eropa bahwa firma yang gagal mendapat izin dan terpaksa keluar dari pasar EU bisa memicu lonjakan permintaan penarikan dana nasabah. Penyedia berizin yang kebanjiran nasabah pindahan justru berisiko kewalahan menjaga standar pengecekan anti pencucian uang saat proses onboarding massal.
Kenapa Momen Ini Penting
Aktivitas perizinan sebenarnya sudah melambat sejak masa transisi 18 bulan MiCA berakhir pada 1 Juli 2026, meski register terus bertambah. Dalam konteks itu, langkah Ripple terbaca sebagai ambisi memperkuat pijakan di pasar yang aturannya baru saja mengeras. Bagi pengguna, semakin banyak penyedia berizin resmi idealnya berarti perlindungan yang lebih baik - selama otoritas mampu memastikan lonjakan pertumbuhan tidak berubah menjadi celah baru. Babak mudah MiCA sudah lewat; yang tersisa adalah ujian sesungguhnya.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




