Loan-to-Value (LTV) adalah rasio perbandingan antara jumlah pinjaman yang diperoleh dengan nilai jaminan atau agunan yang diserahkan dalam platform pinjaman kripto. Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat risiko pinjaman, di mana nilai LTV yang semakin tinggi menunjukkan batas keamanan aset jaminan semakin tipis terhadap potensi risiko penurunan harga pasar.
๐ Cara baca: lon tu val-yu
Penjelasan
Bayangkan kamu ingin meminjam uang tunai ke teman dengan menitipkan sepeda motor sebagai jaminan. Jika harga motor kamu sepuluh juta rupiah dan temanmu hanya mau meminjamkan lima juta rupiah, maka perbandingan uang pinjaman terhadap nilai motor tersebut adalah separuhnya atau lima puluh persen.
Persentase perbandingan inilah yang disebut LTV. Angka ini memastikan bahwa barang jaminan yang kamu titipkan nilainya jauh lebih besar daripada uang yang kamu pinjam, sehingga pemberi pinjaman merasa aman.
Dalam dunia kripto, khususnya pada platform peminjaman terdesentralisasi (DeFi), pengguna bisa meminjam aset kripto lain dengan mengunci sejumlah kripto miliknya sebagai jaminan. Nilai LTV menunjukkan persentase maksimal pinjaman yang bisa ditarik berdasarkan nilai pasar jaminan saat itu.
Sebagai contoh, jika platform menetapkan batas LTV sebesar 70 persen, pengguna yang menjaminkan aset senilai 1.000 dolar AS hanya boleh meminjam maksimal 700 dolar AS. Batasan ini dirancang untuk melindungi sistem dari risiko gagal bayar.
Karena harga kripto sangat fluktuatif, nilai LTV pinjaman akan terus bergerak. Jika harga aset jaminan turun drastis, nilai LTV akan otomatis naik mendekati ambang batas bahaya yang dapat memicu penjualan paksa atau likuidasi jaminan.
Protokol DeFi seperti Aave atau Compound membedakan antara Max LTV (batas awal peminjaman) dan Liquidation Threshold (ambang batas pemicu likuidasi). Selisih antara kedua angka ini menjadi zona penyangga (buffer); jika LTV menyentuh ambang likuidasi akibat volatilitas harga, smart contract akan memicu liquidation penalty di mana liquidator pihak ketiga membeli jaminan dengan diskon untuk melunasi utang peminjam secara otomatis.
๐ฎ๐ฉ Konteks Indonesia
Di Indonesia, konsep LTV sangat mirip dengan nilai taksiran pinjaman di Pegadaian, di mana nominal uang pinjaman yang cair selalu lebih kecil dari nilai pasar emas Antam yang digadaikan. Sementara untuk pinjaman kripto, investor Indonesia perlu mengingat bahwa kripto berstatus komoditi dan transaksinya berada dalam pengawasan transisi OJK/Bappebti, sehingga perlindungan risiko pinjaman di platform global sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi pengguna.
Contoh
Bayangkan kamu menyewa mobil mewah untuk liburan seharga 500 ribu rupiah per hari, tetapi pihak rental meminta uang deposit jaminan sebesar 1 juta rupiah. Perbandingan biaya sewa terhadap nilai deposit tersebut mencerminkan LTV, di mana pihak rental memegang jaminan bernilai lebih tinggi agar merasa aman jika mobil mengalami kerusakan atau terlambat dikembalikan.
Apa yang terjadi jika rasio LTV melebihi batas maksimal?
Jika harga jaminan turun sehingga LTV melampaui batas likuidasi, sistem akan otomatis menjual sebagian atau seluruh jaminan untuk melunasi utang peminjam.
Bagaimana cara menurunkan nilai LTV pada pinjaman kripto yang sedang berjalan?
Peminjam dapat menurunkan LTV dengan dua cara: menyetor jaminan kripto tambahan ke dalam protokol atau mencicil pelunasan pokok pinjaman.
๐ง Uji Paham
Istilah Terkait
Terakhir diperbarui 7 September 2026. Konten bersifat informatif/edukatif, bukan nasihat keuangan atau hukum - regulasi kripto bisa berubah, selalu verifikasi ke sumber resmi (OJK/Bappebti) untuk keputusan penting.




