Harga stablecoin terpatok yen, JPY Coin (JPYC), mendadak meroket di bursa Upbit Korea Selatan pada 17 September lalu. Token digital itu bergerak menembus angka 37,6 won, dan menciptakan angka deviasi lebih dari empat kali lipat dibandingkan nilai referensi aslinya yang hanya berada di titik 8,8 won.
Perdagangan awal JPYC di bursa lokal dibuka pada kisaran 12 won. Lonjakan ekstrem mulai terjadi akibat tingginya tingkat permintaan investor lokal yang harus membentur minimnya ketersediaan pasokan. Harga token ini baru bisa turun dan kembali normal ke kisaran 8 won setelah manajemen Upbit membuka pintu deposit tambahan melalui jaringan Kaia dan Polygon demi melengkapi jalur Ethereum.
JPYC bukan satu-satunya instrumen penyimpan nilai yang mengalami krisis pasokan. Stablecoin PayPal USD (PYUSD) sempat melambung tajam menembus rekor tertinggi 1.760 won di Upbit, sebelum harganya merosot kembali ke area 1.360 won karena tercekik likuiditas sempit. Pergerakan nilai abnormal bahkan ikut menjalar melanda stablecoin EURC di pasar won.
Pelaku Industri Tuntut Aturan Khusus
Rentetan anomali nilai tukar aset di bursa lokal memicu respons cepat. Kelompok industri kripto di Korea Selatan mendesak pihak regulator merancang klausul perlindungan likuiditas yang mengikat ke dalam aturan baru stablecoin won. Mereka meminta pemerintah menetapkan pagar hukum tegas guna memastikan pergerakan harga tidak wajar ini tidak terulang.
Desakan pelaku pasar disuarakan bertepatan dengan masa perumusan draf undang-undang aset digital tahap kedua. Regulasi lanjutan dari pemerintah Korea Selatan itu memusatkan fokus pengawasan pada proses kelancaran sirkulasi stablecoin serta aturan sah penerbitan aset di dalam negeri.
Kalangan industri kripto meminta otoritas menetapkan aturan rinci mengenai angka pasokan beredar awal sebuah aset. Mereka menuntut pembuatan jalur resmi yang melayani fungsi penebusan dan penerbitan token, beserta penerapan daftar kewajiban bagi seluruh market maker. Para pengamat juga menekan pentingnya perancangan mekanisme penanganan transaksi mencurigakan demi menjaga situasi saat kondisi bursa bergejolak.
๐ Baca JugaBinance Suntik $100 Juta ke Circle, Incar Takhta Stablecoin $140 Miliar Milik Tether
Jaminan Likuiditas Jadi Harga Mati
Insiden kekacauan harga JPYC dan PYUSD menjadi bukti bahwa label patokan nilai stablecoin tidak berarti tanpa dukungan ketersediaan likuiditas. Saat gelombang pembeli masuk sementara stok aset macet, token berlabel stabil pun berubah menjadi arena spekulasi tak menentu. Pengesahan undang-undang aset digital tahap kedua kini memegang peran penentu untuk meletakkan standar hukum perlindungan investor stablecoin di Korea Selatan.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Baca juga: Jaksa AS Bekukan $84 Juta di Kasus Capstone - Ini Alasan Tether Merasa Aman Meski Terseret
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




