Sekretaris Keuangan Hong Kong Christopher Hui memaparkan rencana RUU amandemen baru yang akan memperluas jangkauan hukum ke empat layanan kripto spesifik: virtual asset dealing, custody, advisory, dan asset management. Hui menyampaikan detail rancangan itu dalam rapat komite keuangan Legislative Council pada 5 Oktober 2026, dengan target pengajuan draf sebelum penghujung tahun.
Langkah legislatif memperlihatkan pergeseran taktik regulator setempat. Alih-alih merancang kerangka pengawasan dari awal, otoritas keuangan memilih meminjam landasan hukum yang sudah teruji di pasar modal konvensional.
Aturan Sekuritas Tradisional untuk Aset Digital
Rezim perizinan yang diusulkan akan mengikuti cetak biru regulasi sekuritas tradisional Hong Kong. Layanan dealing aset virtual akan tunduk pada kerangka perizinan Type 1, praktik advisory mengikuti Type 4, dan asset management mengadopsi Type 9. Regulator berpegang ketat pada satu prinsip dasar: “same business, same risks, same rules” - bisnis berkarakter sama yang membawa risiko serupa wajib mematuhi aturan seragam, tanpa membedakan apakah instrumennya berupa saham perusahaan atau token di atas jaringan blockchain.
Proses penyusunan pedoman sudah melewati tahap uji publik. Konsultasi rancangan aturan dealing dan custody yang dibuka sejak Juni 2025 mengumpulkan lebih dari 190 respons dari pelaku industri. Di sisi lain, draf aturan untuk advisory dan management menerima 51 masukan tertulis dari pihak berkepentingan.
Menyiapkan Infrastruktur Pengawasan Digital
Rencana Hong Kong melibatkan pembangunan infrastruktur teknis yang nyata, bukan sekadar dokumen hukum. Komisi Sekuritas dan Berjangka (SFC) bersiap mengaktifkan CrypTech - sistem pengawasan khusus untuk aktivitas kustodi aset digital - pada paruh kedua tahun 2026. Instrumen pengawasan ini menjadi alat pantau regulator untuk melacak status penyimpanan aset kripto milik nasabah yang dititipkan pada penyedia layanan pihak ketiga.
Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA) juga berencana merilis sistem penyelesaian mata uang digital bank sentral (CBDC) bernama EnsembleTX sekitar akhir 2026. Sistem penyelesaian yang beroperasi 24 jam penuh ini akan menopang kelancaran transaksi keuangan harian di kawasan yurisdiksi mereka.
๐ Baca JugaZcash Bayar Pelobi $750.000 untuk Masuk Washington - Misi Pertahankan Koin Privasi Dimulai
Kepingan Terakhir Ekosistem Regulasi
Keempat kategori perizinan baru bakal menutup celah hukum dalam ekosistem aset digital Hong Kong. Sebelumnya, mereka telah menjalankan lisensi VATP untuk bursa kripto. Mereka juga telah memberlakukan undang-undang khusus stablecoin bernama Stablecoins Ordinance sejak 1 Agustus 2025, dan dua penerbit pertama telah resmi mengantongi lisensi beroperasi pada April 2026 lalu.
RUU amandemen untuk empat layanan perizinan baru masih berada di tahap usulan dan belum berlaku sah. Dokumen aturan harus melewati seluruh tahapan perdebatan legislatif di Legislative Council. Jika seluruh tahapan prosesnya lancar, peta jalan kebijakan Hong Kong berikutnya akan beralih mengatur tata cara perdagangan stablecoin berlisensi dan merumuskan pedoman khusus untuk instrumen tokenized gold.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: SEC Rombak Aturan Kustodi Kripto - Manajer Investasi Kini Boleh Pegang Aset Klien Sendiri
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




