๐Ÿ“… Selasa, 29 September 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
Imbal Hasil Obligasi AS Menuju Rekor 6% - Ironinya Lonjakan Ini Justru Memperkuat Posisi Bitcoin

Imbal Hasil Obligasi AS Menuju Rekor 6% - Ironinya Lonjakan Ini Justru Memperkuat Posisi Bitcoin

๐Ÿ“š Istilah di Artikel Ini:

Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun terus merangkak naik menyusuri grafik pasar global. Para analis memproyeksikan instrumen acuan ini melaju menembus level 6%, rekor tertinggi yang terakhir kali tercetak pada tahun 2000.

Pemodal kripto punya alasan kuat untuk mewaspadai kenaikan imbal hasil instrumen tradisional. Pada tahun 2022, siklus kenaikan suku bunga kilat The Fed melambungkan yield obligasi dengan cepat. Kondisi ini memaksa harga Bitcoin ikut terseret arus, jatuh anjlok hingga 64% dalam waktu singkat.

Pendiri 10x Research, Markus Thielen, menilai investor tidak perlu mengulangi kepanikan serupa. Ia menegaskan lonjakan yield hari ini bukan ancaman bagi harga Bitcoin. Pendorong utamanya bersumber dari kekhawatiran pasar terhadap defisit anggaran negara dan tingginya premi tenor obligasi, bukan langkah agresif The Fed dalam menaikkan suku bunga.

Siklus Berbeda, Reaksi Harga Berbeda

Fakta di lapangan membuktikan putusnya korelasi negatif ini. Sejak penghujung tahun 2023, yield tenor 10 tahun sudah melonjak 135 basis poin menyentuh titik 5,23%, level tertingginya sejak 2007.

Bila mengikuti tren pergerakan 2022, lonjakan ini seharusnya memukul mundur instrumen kripto. Nyatanya, harga Bitcoin justru meroket berlipat ganda di rentang waktu yang sama. Nilai koin digital utama ini menguat dan bertahan solid di kisaran $84.000 hingga $86.000.

Thielen menjelaskan tingginya pinjaman pemerintah Amerika Serikat memegang kunci anomali ini. Tumpukan utang melahirkan kekhawatiran fiskal di kalangan pelaku pasar institusional. Sentimen ini langsung memperkuat tesis dasar mereka untuk memegang Bitcoin dan emas. Pemodal memburu keduanya sebagai aset alternatif murni yang beroperasi tanpa melibatkan risiko gagal bayar pihak ketiga (counterparty risk).

Risiko Fiskal Menggeser Peran The Fed

Catatan dari lembaga riset Strategic Analytics di Chicago melengkapi analisis pergeseran sentimen ini. Data lembaga itu menegaskan bahwa pergerakan emas beserta aset tanpa imbal hasil (non-yield) lainnya belakangan ini jauh lebih responsif merefleksikan risiko krisis fiskal negara.

Trump Tolak Tutup Opsi Serang Iran Lagi, Bitcoin Terseret ke $83.000 - Minyak Mentah Melesat๐Ÿ“Œ Baca JugaTrump Tolak Tutup Opsi Serang Iran Lagi, Bitcoin Terseret ke $83.000 - Minyak Mentah Melesat

Fokus pengelola dana kakap mulai beranjak meninggalkan ekspektasi arah suku bunga bank sentral. Titik berat pertaruhan kini terletak pada kerentanan struktural beban utang pemerintah. Bagi pemegang Bitcoin, besarnya defisit Amerika Serikat mengambil peran baru sebagai bantalan kuat yang melindungi aset mereka di tengah ketidakpastian pasar makro.

Dilansir dari CoinDesk.

Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula

Baca juga: ETF Bitcoin Sedot $2,98 Miliar Dalam 7 Hari - Investor Kembali Untung Sejak Januari


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share