Harga Bitcoin merosot 1,6% menembus ke bawah batas psikologis $83.000 hingga menyentuh titik $82.800 pada sesi perdagangan pagi Asia hari Kamis. Koreksi ini melanjutkan gelombang likuidasi posisi leverage kripto senilai $550 juta sejak kemarin. Menurut data CoinGlass, sapuan likuidasi itu sebagian besar menghantam posisi long milik para pedagang yang bertaruh harga akan naik.
Tekanan jual kali ini tidak bermula dari dalam industri kripto, melainkan dari ketegangan geopolitik Timur Tengah yang merambat cepat ke pasar energi global.
Efek Domino Minyak $102 dan Obligasi
Harga minyak mentah Brent naik tajam 2% melampaui batas $102 per barel. Pemicu utamanya adalah laporan yang menyebut Gedung Putih telah meminta Pentagon menyiapkan opsi rencana serangan terhadap Iran.
Pasokan energi global makin tertekan akibat dua insiden tambahan. Cuaca badai memaksa penghentian sebagian fasilitas produksi minyak Amerika Serikat, sementara kelompok Houthi melancarkan serangan ke dua bandara Arab Saudi yang menewaskan tiga orang. Rangkaian peristiwa beruntun ini memicu aksi borong kontrak minyak dunia.
Melambungnya komoditas energi langsung memicu pergeseran di pasar utang. Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat bertenor 10 tahun (10-year Treasury yield) naik 2 basis poin ke level 5,31%. Angka ini membawa imbal hasil mendekati rekor tertingginya sejak 2002. Tingginya keuntungan instrumen bebas risiko seperti surat utang negara lazimnya menekan selera investor institusi terhadap instrumen berisiko tinggi seperti Bitcoin.
Rute Cepat Menuju $80.000
Penurunan Bitcoin menyeret turun seluruh pasar altcoin besar. XRP kehilangan nilai hampir 4% ke $1,42 dan Dogecoin merosot 3% menjadi $0,09. Ethereum ikut terkoreksi 3% ke $2.570, sedangkan token lapis utama lain seperti Solana dan HYPE sama-sama mencatatkan pelemahan lebih dari 2%.
Firma analisis pasar FxPro merilis peringatan keras terkait arah pergerakan aset digital selanjutnya. Mereka menyatakan penembusan harga ke bawah $83.000 mengonfirmasi bahwa kelompok penjual kini memegang kendali penuh atas pasar. Hilangnya batas pertahanan itu sekaligus membuka rute penurunan cepat menuju level dukungan berikutnya di angka $80.000.
๐ Baca JugaWhale Bitcoin Bangun dari Tidur 4 Tahun, Pindahkan $375 Juta Saat Harga Uji Level $83.000
Bagi pemodal kripto, situasi hari ini menegaskan kembali korelasi pasar. Pergerakan aset digital tetap rentan terhadap guncangan geopolitik fisik, terutama ketika rentetan konflik itu berujung pada naiknya harga minyak mentah yang mendikte imbal hasil obligasi global. Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




