Pasar kripto menghapus total $487 juta posisi long dalam hitungan menit pada Rabu pagi waktu Asia menurut laporan The Block. Bitcoin turun 1,5% ke level $84.200 dan sempat menembus batas bawah $84.000. Data yang dibagikan akun @WatcherGuru di X menunjukkan penurunan ini melenyapkan $360 juta posisi long Bitcoin pada 10 menit pertama saat batas harga itu jebol. Ethereum mengikuti pola serupa, turun ke bawah $2.600 dan melikuidasi posisi long senilai $400 juta dalam tempo 20 menit.
Satu alamat merasakan dampak instan dari pergerakan harga ini. Trader dengan kode dompet 0xcbab kehilangan seluruh posisi long 3.728 ETH miliknya senilai $9,85 juta hanya dalam tiga menit. Namun, langkah pembeli yang memakai margin ini bertepatan dengan taruhan besar dari arah yang berlawanan.
Bau Informasi Orang Dalam di Hyperliquid
Akun analitik on-chain @lookonchain melacak manuver dari empat dompet baru. Keempat entitas anonim ini menyetor 1 juta USDC ke platform Hyperliquid dan langsung membuka posisi short 40x pada 148,49 BTC senilai $12,5 juta sesaat sebelum pasar jatuh. Penempatan posisi jual dengan leverage setinggi itu pada waktu yang tepat memunculkan dugaan adanya aliran informasi orang dalam.
Aksi ambil untung berjalan berbarengan dengan aktivitas entitas negara. Pemerintah Amerika Serikat hari ini memindahkan 834 BTC senilai $71,56 juta dan 40.285 BNB senilai $31,63 juta. Dari volume itu, 834 BTC langsung disetorkan ke platform CoinbasePrime.
Geopolitik Hormuz Menekan Pasar
Kejatuhan aset kripto sejalan dengan gejolak makro akibat eskalasi serangan Iran terhadap kapal tanker di Selat Hormuz. Harga minyak mentah Brent merespons terganggunya rute itu dengan naik hampir 1% menuju level $101,50 per barel.
Tekanan geopolitik mendorong investor menjauhi aset berisiko. Dolar Amerika Serikat menguat terhadap semua mata uang kelompok G-10, sementara imbal hasil obligasi Treasury bertenor 10 tahun naik tiga basis poin menjadi 5,31%. Efek pengetatan merambat ke pasar saham Asia. Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,6%, berlawanan arah dengan rekor level penutupan S&P 500 dan Nasdaq 100 di bursa Wall Street pada sesi perdagangan sebelumnya.
Para pelaku pasar kini menunggu rilis notulen rapat Federal Reserve bulan September - saat bank sentral itu menaikkan suku bunga 0,25%. Data penyerapan tenaga kerja yang lebih lemah membuat peluang kenaikan suku bunga lanjutan pada bulan ini makin tipis. Bagi spekulan dengan leverage tinggi di pasar kripto, eskalasi di Timur Tengah terbukti bekerja jauh lebih cepat mengosongkan portofolio daripada pengumuman suku bunga bulan depan.
๐ Baca JugaStrive Tambah 2.000 Bitcoin Senilai $169 Juta - Tapi Posisi Mereka Justru Merugi di Atas Kertas
Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Baca juga: Strive Tambah 2.000 Bitcoin Senilai $169 Juta - Tapi Posisi Mereka Justru Merugi di Atas Kertas
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




