Tembok antara pasar saham tradisional dan kripto makin menipis. OKXICE LLC - perusahaan patungan dengan porsi kepemilikan 50-50 antara bursa kripto OKX dan Intercontinental Exchange (ICE) selaku induk New York Stock Exchange (NYSE) - resmi mengajukan notifikasi ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC). Mereka bersiap meluncurkan platform perdagangan saham tokenisasi khusus pasar Amerika Serikat yang beroperasi 24 jam penuh. Mantan Gubernur New York Andrew Cuomo, yang kini menjabat sebagai co-chair entitas gabungan itu, mengumumkan pengajuan ini langsung melalui akun X miliknya.
Manuver ini bukan proyek dadakan. Pembentukan OKXICE terjadi pada Juni 2026, menyusul suntikan dana strategis dari ICE ke tubuh OKX pada Maret 2026. Regulasi SEC Innovation Exemption yang terbit pada 17 September 2026 membuka jalan mereka dengan memberi platform tokenisasi masa tenggang lima tahun dari definisi bursa tradisional di bawah Exchange Act. Syarat utamanya: smart contract platform wajib bersifat publik, bisa diaudit, dan berjalan di atas buku besar terdistribusi yang terbuka tanpa izin.
Syarat Ketat untuk Saham AS
Pada tahap awal, platform OKXICE mendaftarkan 63 saham perusahaan yang sudah melantai di NYSE. Berbeda dengan 70 lebih saham tokenisasi offshore yang selama ini ditawarkan OKX tanpa akses bagi investor AS, struktur baru ini menjamin hak investor. Setiap keping saham tokenisasi wajib memberi pemegangnya hak yang sama persis dengan saham biasa. Investor berhak menerima pembagian dividen, menyalurkan hak voting, hingga mengajukan klaim sisa aset saat perusahaan mengalami likuidasi.
SEC juga memasang pagar pengaman operasional. Untuk saham kategori Tier 1, regulator membatasi maksimal 75 simbol perusahaan per platform - batas yang dipatuhi OKXICE dengan hanya membawa 63 saham. Regulator juga mengunci volume perdagangan maksimal 0,25% dari rata-rata volume harian pada bulan sebelumnya untuk menjaga stabilitas pasar.
Hak Tolak Emiten dan Tren Pasar
Perusahaan yang sahamnya akan ditokenisasi oleh pihak ketiga mendapat perlindungan khusus. Mereka punya waktu 30 hari penuh untuk mengajukan keberatan. Kalau emiten menolak, proses tokenisasi batal. Aturan ini memastikan perusahaan tetap memegang kendali atas bagaimana ekuitas mereka diperdagangkan di luar jam bursa tradisional.
Ekspansi OKX dan ICE terjadi saat sektor tokenisasi aset dunia nyata sedang naik daun. Data RWA.xyz melaporkan nilai pasar saham tokenisasi global menembus $3,2 miliar, mencatat pertumbuhan 15% hanya dalam kurun waktu satu bulan terakhir.
๐ Baca JugaOpenPayd Bawa 43 Lisensi AS ke Nasdaq Lewat Merger $1,1 Miliar - Kraken Malah Menunda Listing
Perpaduan infrastruktur kripto OKX dan jaringan institusional ICE menggeser status tokenisasi dari eksperimen terbatas menjadi instrumen investasi arus utama. Bagi investor ritel AS, platform ini membuka akses langsung ke likuiditas saham perusahaan besar yang tak lagi terikat jam operasional bursa tradisional. Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Baca juga: OpenPayd Bawa 43 Lisensi AS ke Nasdaq Lewat Merger $1,1 Miliar - Kraken Malah Menunda Listing
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




