Mulai awal Oktober 2026, investor di luar Amerika Serikat bisa memperdagangkan nilai saham perusahaan kecerdasan buatan (AI) pra-IPO langsung dari dompet kripto selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu. Platform baru bernama Ondo Private Markets meluncurkan instrumen perdana ini untuk menghubungkan saham perusahaan swasta ke jaringan blockchain.
Cointelegraph melaporkan perdagangan instrumen ini dijadwalkan mulai berjalan minggu ini. Produk pertama berupa surat utang tertokenisasi (tokenized notes). Nilai pembayaran surat utang dikaitkan langsung dengan nilai per lembar saham biasa dari satu perusahaan AI pada saat terjadi peristiwa likuiditas yang memenuhi syarat (qualifying liquidity event). Sampai saat ini, Ondo belum mengungkap nama perusahaan AI yang menjadi rujukan instrumen itu.
Namun ada batasan mendasar dalam transaksi ini: pembeli hanya memegang hak ekonomi, bukan kepemilikan saham resmi.
Mengapa Pembeli Tak Menerima Lembar Saham
Ondo merancang struktur surat utang tertokenisasi ini untuk memberikan eksposur ekonomi murni bagi investor yang memenuhi syarat (eligible investors). Pemegang token tidak terdaftar sebagai pemegang saham di buku perseroan dan tidak memiliki hak suara. Nilai token bergerak mengikuti valuasi saham rujukan ketika perusahaan menggelar penawaran umum perdana (IPO) atau diakuisisi.
Investor yang memenuhi syarat dapat menyimpan token ini di dompet mandiri (self-custody wallet) atau langsung memperjualbelikannya di pasar sekunder tanpa batas jam bursa. Fleksibilitas transaksi nonstop ini menjadi pembeda utama dibanding pasar saham privat tradisional yang biasanya membutuhkan perantara broker manual dan proses penyelesaian berhari-hari.
Persaingan Membuka Akses Saham Privat
Langkah Ondo mempercepat tren tokenisasi aset swasta yang mulai dilirik institusi keuangan besar. Pada April lalu, dana ventura milik Robinhood menanamkan modal $75 juta pada saham biasa OpenAI demi memberi eksposur bagi investor ritel. Di sisi lain, Citi dilaporkan meluncurkan marketplace blockchain untuk saham perusahaan swasta.
Ondo sendiri bukan pendatang baru di sektor tokenisasi aset dunia nyata. Platform Ondo Stocks, yang menaungi tokenisasi saham publik Amerika Serikat dan ETF, mencatat total nilai terkunci (total value locked) melampaui $1 miliar dengan katalog lebih dari 450 saham dan ETF. Selain itu, Franklin Templeton dan Ondo merencanakan peluncuran ETF tertokenisasi yang dapat ditransaksikan 24 jam via dompet kripto.
Rencana Sektor Baru dan Risiko Likuiditas
Ekspansi Ondo Private Markets tidak berhenti pada satu entitas AI. Pihak pengembang menyatakan portofolio berikutnya akan mencakup saham perusahaan tertutup di sektor robotika, keamanan siber, biotek, dan infrastruktur. Diversifikasi ini memperluas jajaran aset privat yang dapat ditransaksikan di atas jaringan blockchain.
๐ Baca JugaSolana dan JPMorgan Rombak Jalur Penyelesaian Institusi - Siklus Kliring 2 Hari Dipangkas Jadi Detik
Bagi pelaku pasar kripto, kehadiran instrumen ini membuka akses ke pertumbuhan valuasi perusahaan teknologi sebelum melantai di bursa. Namun tanpa kepemilikan fisik saham, hasil investasi bertumpu sepenuhnya pada keterlaksanaan peristiwa likuiditas resmi serta kepatuhan penerbit kontrak.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Baca juga: Solana dan JPMorgan Rombak Jalur Penyelesaian Institusi - Siklus Kliring 2 Hari Dipangkas Jadi Detik
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




