Dewan direksi Strategy resmi menyetujui proposal untuk merombak jadwal pembayaran dividen pada empat seri saham preferen mereka, yakni STRC, STRF, STRK, dan STRD. Model distribusi keuntungan kepada investor diusulkan berubah dari sistem berkala menjadi berbasis harian. Dokumen resmi pengajuan proposal perombakan jadwal pencairan itu telah diserahkan langsung kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) pada hari Jumat.
Berdasarkan rumusan aturan yang diajukan, setiap hari kalender berjalan akan dihitung sebagai tanggal pencatatan hak atau record date bagi para investor. Pembayaran dividen kemudian dieksekusi pada hari kerja berikutnya. Kebijakan baru ini murni mengatur ulang frekuensi pengiriman uang kepada pemegang saham, tanpa mengubah besaran tarif dividen asli maupun total nilai pembayaran yang sudah disepakati sebelumnya.
Pemungutan Suara Akhir Oktober 2026
Kelanjutan dari rencana pengurus perusahaan sepenuhnya berada di tangan para investor pemegang hak suara. Strategy menjadwalkan rapat khusus virtual pada tanggal 28 Oktober 2026 untuk menggelar pemungutan suara pemegang saham. Jika forum memberikan persetujuan mayoritas, STRC akan maju sebagai saham preferen pertama di bawah bendera perusahaan yang beralih ke sistem pembayaran harian.
Pencairan dividen perdana di bawah jadwal baru untuk seri STRC diperkirakan bergulir pada 2 November 2026. Tiga seri saham preferen sisanya tidak mengikuti jadwal transisi pada waktu yang sama. Peralihan pembayaran menjadi harian untuk seri STRF, STRK, dan STRD dijadwalkan baru menyusul dua bulan setelahnya, tepatnya pada tanggal 4 Januari 2027.
Menyusul Langkah Pesaing
Model pembagian dividen setiap hari bukan jalan baru di lanskap operasional bisnis ini. Pola serupa sudah lebih dulu dipraktikkan oleh Strive, sesama perusahaan perbendaharaan Bitcoin. Strive tercatat menerapkan jadwal pembayaran harian untuk pemegang saham preferen SATA mereka sejak bulan Juni lalu, dengan tingkat pengembalian tahunan dipatok pada angka 13%.
Meski mengadopsi taktik distribusi yang serupa, postur keuangan kedua entitas menyimpan selisih timbunan aset yang lebar. Strategy saat ini memegang 846.000 BTC di dalam cadangan korporatnya. Angka kepemilikan koin itu jauh melampaui jumlah aset Strive yang baru mencatatkan cadangan sebesar 26.355 BTC. Langkah meniru operasional pemain yang ukurannya jauh lebih kecil memperlihatkan bahwa pendekatan bagi hasil yang luwes ke investor tetap relevan, tidak bergantung pada jumlah cadangan Bitcoin di neraca perusahaan.
๐ Baca JugaETF Bitcoin Hapus Lubang $5,8 Miliar Jadi Surplus $800 Juta - Tapi Pemicunya Datang dari Pasar Obligasi
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Baca juga: Strive Kantongi $85,88 Juta dari Saham SATA dalam Tiga Sesi - Cukup untuk Borong 1.002 Bitcoin
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




