Polymarket kini melibatkan mesin dalam mengambil keputusan lewat kemitraan terbarunya. Platform pasar prediksi terdesentralisasi itu menggandeng lab kecerdasan buatan OpenWorlds untuk meluncurkan agen AI trading otonom bagi para penggunanya.
Kerja sama ini lahir untuk menjawab keterbatasan waktu kelompok trader ritel. Selama ini, pengguna harus menelusuri dan menganalisis setiap kontrak satu per satu. Melalui integrasi agen AI, trader ritel kini mendapat kapasitas komputasi untuk memantau ribuan kontrak prediksi sekaligus terus-menerus. Mesin buatan OpenWorlds dirancang untuk membaca dan merespons data dari tiga kategori utama: dinamika politik, hasil pertandingan olahraga, dan pergerakan berita global.
Apa Saja yang Diambil Alih Mesin?
Agen AI OpenWorlds mengambil alih seluruh siklus transaksi tanpa memerlukan intervensi manusia sama sekali. Mesin menjalankan tiga fungsi spesifik sejak proses pencarian hingga pembelian kontrak.
Fungsi pertama adalah penemuan pasar atau discovery. AI menyisir opsi yang tersedia di Polymarket untuk mencari kontrak yang sesuai kriteria. Setelah menemukan pasar yang relevan, program melanjutkan ke tahap kedua, yaitu evaluasi peristiwa. Pada fase ini, mesin menghitung probabilitas dan menilai kelayakan sebuah kejadian sebelum mengambil keputusan finansial.
Langkah terakhir adalah eksekusi posisi. Begitu evaluasi selesai dan parameter terpenuhi, mesin langsung memasang taruhan atau berdagang di platform. Seluruh rangkaian dari penemuan, evaluasi, hingga eksekusi berjalan otomatis tanpa persetujuan klik manual dari pengguna.
Tetap Pegang Kunci Sendiri
Memberikan izin kepada bot untuk bertransaksi sering memicu kekhawatiran soal keamanan dana. Menjawab isu itu, OpenWorlds menegaskan bahwa pengguna tidak perlu menyerahkan kendali atas aset mereka kepada pihak ketiga.
Arsitektur sistem menjamin setiap individu tetap memegang private key melalui penyedia dompet kripto masing-masing. Alih-alih meminta akses penuh ke dompet utama, agen AI beroperasi menggunakan mekanisme delegated signing atau delegasi tanda tangan.
๐ Baca JugaKelpDAO Gugat LayerZero Atas Retas $292 Juta - Tapi Sang Penyedia Infrastruktur Justru Menyalahkan Desain Jembatan Kelp
Metode delegated signing memungkinkan pengguna memberi izin khusus kepada AI untuk menandatangani transaksi operasional pasar prediksi atas nama mereka. Izin itu terisolasi hanya untuk keperluan di Polymarket. Jika pengguna memutuskan berhenti menggunakan bot, mereka bisa mencabut delegasi kapan saja, sementara dana utama tetap aman di tempatnya.
Bagi pelaku pasar ritel yang sering kehilangan momentum akibat kesibukan, kehadiran agen otonom menawarkan jalan keluar. Mereka kini bisa memasang bot untuk memantau ribuan pasar tanpa henti, dengan jaminan kunci aset tetap berada di tangan sendiri.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




