Robinhood membangun blockchain sendiri untuk membawa Wall Street ke on-chain. Yang datang mengisi rumah barunya malah seekor kucing. Dua minggu setelah Robinhood Chain resmi mengudara, aktivitas terpanas di jaringan itu bukan saham Nvidia atau Apple, melainkan token meme bertema kucing bernama CASHCAT.
Robinhood Chain diluncurkan pada 1 Juli 2026 dalam sebuah keynote di London, dipromosikan sebagai infrastruktur teregulasi untuk saham tertokenisasi alias Stock Tokens. Secara teknis, ini layer-2 Ethereum yang dibangun di atas Arbitrum Orbit stack, memakai ETH sebagai gas, dengan block time sekitar 100 milidetik dan settle ke Ethereum mainnet sejak hari pertama. Peluncurannya bahkan langsung membawa 95 saham tertokenisasi - termasuk Nvidia, Apple, dan Alphabet - dengan harga dari oracle Chainlink, plus integrasi Uniswap, Morpho, dan kustodian BitGo.
Angka yang Menampar Misi Awal
Rencananya matang, kenyataannya lain cerita. Dua minggu setelah peluncuran, aset dunia nyata berupa saham tertokenisasi hanya menyumbang sekitar 4% dari total aktivitas on-chain di jaringan itu, dengan nilai sekitar $12,8 juta. Sementara itu CASHCAT meledak, dan nilainya sempat mencapai 12 kali lipat dari seluruh basis aset RWA di chain tersebut.
Data lain memperkuat gambaran ini: Robinhood Chain tercatat sudah punya sekitar 800.000 alamat wallet dan volume perdagangan DEX mingguan menembus $3,1 miliar - namun didominasi aktivitas spekulatif token meme, bukan saham tertokenisasi seperti misi awal peluncurannya.
Ketika CEO Ikut Berbalik Arah
Yang paling menggelitik justru datang dari puncak perusahaan. Pada 2 Juli, CEO Robinhood Vlad Tenev berkata kepada CNBC bahwa aset tanpa utilitas jangka panjang tidak akan bertahan, dan RWA adalah arah masa depan kripto yang serius. Enam hari kemudian, saat CASHCAT sedang melonjak, Tenev justru menulis di X bahwa meski Robinhood Chain dibangun untuk jadi chain terbaik bagi RWA, jaringan itu “works great for memes too” - lalu mem-follow akun CASHCAT di X.
📌 Baca JugaPencuri Treasury BONK $21 Juta Mulai Gelontor Token Curian ke Binance - Analis Ingatkan Harga Bisa Ambles Lanjutan
Sejarah yang Berulang
Bagi yang mengikuti Robinhood, pemandangan ini terasa akrab. Sepanjang 2025 perusahaan agresif memperluas lini kripto: mengakuisisi Bitstamp untuk trading dan infrastruktur institusional, WonderFi untuk lisensi Kanada, serta menjalankan uji coba saham tertokenisasi di Eropa sebagai persiapan Robinhood Chain. Tapi Robinhood juga punya rekam jejak diuntungkan gelombang spekulasi ritel - ia jadi pusat drama saham GameStop 2021, dan pada kuartal itu 62% pendapatan kriptonya berasal dari perdagangan Dogecoin. Robinhood boleh membangun rel untuk masa depan keuangan yang serius, tapi lalu lintas yang benar-benar ramai lagi-lagi datang dari tempat yang sama: hasrat spekulatif ritel yang tak pernah benar-benar padam.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




