Dalam waktu sebulan, investor ritel Korea Selatan menghapus sekitar 2,15 triliun won - setara kurang lebih $1,45 miliar - dari akun trading leverage mereka. Pemicunya gejolak pasar tajam yang melahirkan gelombang margin call massal, dan yang paling parah terpukul adalah para trader muda.
Per 13 Juli 2026, lebih dari 1,2 juta akun leverage ritel sudah menyentuh ambang margin call. Sekitar 320.000 hingga 460.000 akun di antaranya diperkirakan dilikuidasi paksa oleh broker - angka yang belum dikonfirmasi resmi regulator, tapi cukup untuk menggambarkan skala kepanikan yang terjadi.
Anak Muda Menanggung Beban Terberat
Yang membuat data ini terasa perih: investor usia 20-an dan 30-an menyumbang 62% dari seluruh akun yang kena likuidasi paksa penuh. Banyak dari mereka membangun posisi leverage besar selama reli ekuitas Korea Selatan yang sempat begitu kuat, lalu terjebak saat harga tiba-tiba berbalik arah.
Polanya khas euforia bull market: pinjaman terasa murah dan risiko terasa jauh. Total pinjaman investasi saham Korea Selatan bahkan mencetak rekor 60 triliun won pada akhir Mei 2026. Korea Financial Investment Association mencatat penjualan paksa saham akibat saldo broker yang tak terbayar mencapai 451,9 miliar won hanya dalam rentang 1-13 Juli. Sepanjang Juni saja angkanya sudah tembus 1,12 triliun won - tertinggi sepanjang 2026, melonjak dari 707,6 miliar won pada Mei.
Kripto Ditinggalkan, Lalu Saham Menikam Balik
Ironisnya, sebagian besar uang ini sebelumnya justru keluar dari kripto. Kepemilikan aset kripto di bursa-bursa utama Korea Selatan anjlok dari $83,3 miliar pada Januari 2025 menjadi hanya $41,4 miliar pada Februari 2026, karena investor ramai-ramai berpindah ke saham. Volume trading kripto berbasis won bahkan turun 71% antara Agustus 2025 dan Mei 2026, sementara volume KOSPI meroket 243% di periode yang sama.
📌 Baca JugaFirma Wall Street Kini Bayar Demi Baca Postingan Trump Sedetik Lebih Cepat - Ini yang Dijual Trump Media
Perpindahan besar itu kini berbalik menjadi bumerang. Bank of Korea menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 2,75% pada 16 Juli 2026 - kenaikan pertama sejak Januari 2023. Bagi trader yang sudah babak belur karena leverage, biaya pinjaman yang lebih mahal hanya menambah tekanan.
Getaran yang Terasa Sampai ke Dompet Kripto
Buat pembaca di Indonesia, ini bukan sekadar drama pasar negeri orang. Korea Selatan tetap salah satu pasar kripto paling aktif di dunia dan turut memengaruhi likuiditas global - terutama altcoin seperti XRP. Ketika trader di sana menjadi lebih waspada terhadap aset berisiko, gelombangnya bisa terasa hingga ke harga aset yang juga dipegang investor lokal. Pelajaran lamanya kembali relevan: leverage memperbesar keuntungan di jalan menanjak, tapi juga mempercepat kehancuran begitu arah berubah.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




