Pasar membuang taruhan kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat untuk bulan ini. Di platform prediksi Polymarket, probabilitas The Fed menaikkan bunga pada bulan Oktober turun ke level 23% - merosot dari kisaran 70% pada minggu sebelumnya. Peluang bunga dipertahankan tetap kini berada pada angka 77%.
Wakil Ketua The Fed Philip Jefferson memicu pergeseran ekspektasi ini lewat pidatonya di Darden School of Business, Universitas Virginia pada 1 Oktober 2026. Ia menegaskan kebijakan bank sentral berikutnya harus berlandaskan data ekonomi, outlook, serta keseimbangan risiko. Presiden Fed New York John Williams menyepakati pandangan itu dengan menyatakan tidak ada urgensi menaikkan suku bunga segera, walau tetap memprediksi minimal satu kenaikan sebelum tutup tahun.
Goldman Sachs merombak perhitungannya merespons rilis data inflasi 30 September. Institusi keuangan ini menggeser prediksi kenaikan berikutnya ke bulan Desember. Mereka juga membuka opsi bahwa langkah pengetatan lanjutan mungkin tidak diperlukan sama sekali.
Inflasi Mendingin, Proyeksi Akhir Tahun Tetap Naik
Angka inflasi menjadi pendorong utama berkurangnya taruhan pasar. Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) headline tahunan untuk September tercatat sebesar 3,4% - berada di bawah ekspektasi 3,7%. Indeks PCE inti tahunan mencapai 3,0%, turun melewati perkiraan pasar 3,3%.
Meski data inflasi turun, pejabat bank sentral masih menimbang langkah lanjutan. Proyeksi internal memperlihatkan 16 dari 18 pejabat The Fed memperkirakan minimal ada satu kenaikan bunga lagi sebelum akhir tahun 2026. Median proyeksi suku bunga akhir tahun berada di rentang 4,00%-4,25%, di atas target saat ini yang dipatok 3,75%-4,00% setelah kenaikan 0,25% pada bulan September - tindakan pengetatan perdana The Fed sejak Juli 2023.
Jefferson mengingatkan risiko inflasi bergerak ke atas tetap ada, didorong perkembangan geopolitik dan tingkat permintaan yang lebih kuat dari perkiraan. Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari mengambil sikap netral, menyatakan masih berpikiran terbuka dan belum mengunci pandangan spesifik tentang langkah The Fed untuk bulan Oktober.
๐ Baca JugaInflasi AS Melunak ke 3,01%, Goldman Sachs Tunda Prediksi Kenaikan Bunga The Fed ke Desember
Menghindari Sentimen Pengetatan Beruntun
Penundaan manuver bank sentral meredakan tekanan bagi pasar kripto. Analis HashKey Tim Sun menilai tindakan mengerek bunga pada bulan Oktober berisiko mengubah persepsi investor. Keputusan itu bisa membuat pasar menganggap kenaikan September sebagai titik mula pengetatan berulang, bukan sekadar sebuah tindakan pencegahan tunggal.
Tim Sun mencatat skenario pengetatan berulang bakal menekan harga Bitcoin melalui kenaikan instrumen yield Treasury dan menurunnya likuiditas dolar.
Data internal pelaku aset digital mengonfirmasi ekspektasi serupa. Analis ViaBTC Jeff Ko mendata probabilitas kenaikan suku bunga pada bulan Oktober turun ke 38,2% dari catatan sebelumnya di angka 70,9%. Peluang manuver bank sentral untuk menaikkan bunga di bulan Desember naik ke 86%. Angka-angka ini mempertegas fakta bahwa pasar memegang proyeksi jeda kenaikan bulan ini. Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Inflasi AS Melunak ke 3,01%, Goldman Sachs Tunda Prediksi Kenaikan Bunga The Fed ke Desember
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




