Standard Chartered resmi memulai liputan riset untuk token Arbitrum (ARB) dan mematok target harga $10 pada akhir tahun 2030. Analis Standard Chartered, Kendrick, menilai Arbitrum kini memiliki keunggulan unik dibanding kompetitornya. Jaringan ini menjadi infrastruktur utama bagi institusi keuangan tradisional yang ingin membangun rantai blockchain khusus sesuai kebutuhan korporat mereka.
Sumbangan Jutaan Dolar dari Robinhood
Pilar utama proyeksi Standard Chartered adalah operasional Robinhood Chain. Jaringan yang baru meluncur ke publik pada 1 Juli 2026 ini dibangun menggunakan tumpukan teknologi Arbitrum, dengan penyelesaian akhirnya tetap diproses di jaringan Ethereum. Fakta ini membuktikan bahwa adopsi institusional membawa dampak finansial terukur lewat skema Program Ekspansi Arbitrum (AEP).
Berdasarkan aturan AEP, rantai eksternal yang memakai teknologi ini wajib menyetorkan 10% pendapatan protokol bersih kembali ke ekosistem Arbitrum. Pembagian dana setoran ini mencakup 8% untuk perbendaharaan ArbitrumDAO dan 2% dialokasikan bagi Arbitrum Developer Guild. Persentase ini berubah menjadi nilai dolar yang besar ketika diterapkan pada jaringan bervolume tinggi.
Robinhood Chain diperkirakan mencatat rata-rata pendapatan biaya harian sekitar $2,8 juta selama dua pekan pertama bulan September 2026. Dari volume aktivitas harian itu, Kendrick memperkirakan Arbitrum menerima setoran sekitar $5 juta murni dari biaya AEP Robinhood Chain sepanjang September 2026. Uang masuk dari korporasi inilah yang menjadi fondasi hitungan target harga $10 Standard Chartered.
Risiko Tata Kelola dan Persaingan Jaringan
Di balik angka pendapatan yang besar, Kendrick tetap menyoroti sejumlah risiko utama yang bisa menahan laju harga ARB. Tantangan dari luar mencakup kemungkinan laju tokenisasi yang berjalan lebih lambat dari perkiraan pasar awal, serta ketatnya persaingan antar-jaringan blockchain dalam merebut klien institusional.
๐ Baca JugaSolana Lipat Tigakan Batas Ukuran Transaksi ke 4.096 Byte, Buka Ruang untuk Aplikasi ZK
Kendala lain yang lebih mendasar ada pada desain tata kelola Arbitrum. Mekanisme token ARB saat ini belum membagikan pendapatan jaringan secara langsung kepada para pemegangnya. Bertambah besarnya kas DAO tidak langsung memberi nilai tunai bagi investor ritel, menjadikan daya tarik token ini tetap bergantung pada keputusan pembagian hasil di masa mendatang. Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Baca juga: Solana Bertahan di Atas $100 - Formasi Symmetrical Triangle Mengincar Volatilitas Harga
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




