Strive kembali mencetak nota pembelian baru. Perusahaan itu menarik 1.107 BTC senilai $94,5 juta dari pasar dalam periode 21 hingga 25 September 2026. Transaksi diselesaikan di harga rata-rata $85.396 per koin, dan angka tebusan ini sudah melingkupi seluruh biaya transaksi. CEO Strive, Matt Cole, membagikan rincian eksekusi itu langsung kepada publik melalui platform X.
Rangkaian pembelian di penghujung September ini mengerek volume simpanan korporat Strive menembus 27.462 BTC. Jika dihitung memakai referensi penutupan harga pasar hari Jumat di level $83.943, taksiran nilai seluruh aset keping ini melampaui angka $2,3 miliar. Volume dompet mereka terus bergerak naik sejak awal September, beranjak dari catatan posisi saldo awal sebanyak 25.000 BTC.
Mesin Pembiayaan Internal
Dana $94,5 juta yang dilepaskan ke pasar minggu ini tidak bersumber dari brankas reguler korporasi. Manajemen Strive memanfaatkan instrumen khusus berupa saham preferen berimbal hasil variabel abadi yang memakai kode sandi SATA. Penjualan lembar saham internal inilah yang mendanai 85% biaya akuisisi koin terbaru. Sementara tanggungan sisa pembayarannya diselesaikan lewat aliran uang masuk dari eksekusi waran senilai $12,4 juta.
Penerbitan surat berharga itu seketika merombak formasi neraca utang perusahaan. Pasokan saham SATA kini mekar sekitar 1 juta unit, mengangkat peredaran totalnya ke angka 12,2 juta lembar. Nilai nominal seluruh instrumen SATA itu otomatis berada di kisaran $1,22 miliar. Meski membakar modal tunai puluhan juta dolar demi aset kripto, saldo kas likuid mereka tetap menebal. Pembukuan Strive mencatat cadangan kas tumbuh sebesar $19,2 juta, mencetak saldo akhir penutupan $248,8 juta.
Target Jarak Jauh
Total belanja 1.107 BTC pada minggu berjalan ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan volume minggu lalu saat mereka mengunci pembelian 1.355 BTC. Walau grafik angkanya menyusut tipis, pasokan baru koin kripto ini melegitimasi Strive di kursi peringkat kelima pemegang Bitcoin publik global. Mereka memarkir entitasnya satu lapis di bawah barisan korporasi seperti Strategy, Twenty One Capital, Metaplanet, dan MARA.
Target mendaki peringkat menuju papan atas menjanjikan beban matematis yang ketat. Jika para eksekutif Strive berkeinginan menyejajarkan volume kepemilikannya dengan batas 43.514 BTC milik Twenty One Capital di akhir tahun 2026, mereka harus menelan tambahan sekitar 16.050 BTC. Keharusan merapatkan selisih ini menuntut perusahaan untuk memaku ritme pembelian konstan di atas 1.235 BTC per pekan tanpa jeda sampai ganti kalender.
๐ Baca JugaBiaya Transaksi Tahan Kuantum Bitcoin Turun 80% dalam Sepekan - Tiga Garis Pertahanan Q-Day Mulai Berjalan
Medan perburuan likuiditas kripto institusi lambat laun berganti rupa menjadi arena ujian kekuatan daya beli berkelanjutan. Strive memegang cetakan pembentuk kas yang siap tempur, tapi deretan lawan mereka telanjur membawa bekal awal yang jauh lebih padat di depan.
Dilansir dari Decrypt.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




