Security Council Arbitrum mengeksekusi pemindahan darurat aset senilai sekitar $30,5 juta yang terafiliasi peretasan Binance. Aset itu terdiri dari 8.425 ETH dan 74.559.805,2 ARB yang sebelumnya dikuasai pelaku di alamat dompet 0x3E2bf1ac6bf0934BBba6456C341c2EcbCED632d5. Seluruh saldo kini dipindahkan ke alamat penampungan berakhiran 0DA0 pada jaringan Arbitrum One.
Langkah pencegahan ini memotong pergerakan dana hasil kejahatan sebelum sempat dialihkan ke protokol lain. Yang membedakan tindakan ini dari penanganan insiden pada umumnya, perpindahan aset berlangsung tanpa memerlukan akses atau kunci privat milik si peretas.
Bagaimana Jaringan Memindahkan Aset Tanpa Kunci Privat
Security Council mengendalikan operasi ini murni lewat wewenang administratif atas infrastruktur protokol. Dalam operasi ini, tim pengembang menyematkan fungsi sementara bernama sendUnsignedTransactionOverride pada kontrak inbox Ethereum Arbitrum. Fitur teknis ini memungkinkan pengiriman transaksi lintas rantai dengan meniru identitas pengirim asli tanpa memerlukan tanda tangan kriptografi pemilik alamat.
Tepat pada 30 Oktober pukul 08:08 HKT, transaksi administratif itu dieksekusi atomik dengan hash 0xb69c81774f507d46ce776aeaed8b4d31df96dd66ce6fd05073481011835355d6. Begitu seluruh aset masuk ke alamat penampungan, implementasi kontrak langsung dikembalikan ke versi semula pada saat yang sama demi menutup kembali fungsi override yang disematkan.
Batas Wewenang Konstitusi dan Prosedur Voting DAO
Pihak Arbitrum menegaskan bahwa wewenang darurat dewan keamanan memiliki batasan protokol yang jelas. Intervensi khusus ini semata-mata berlaku untuk menghentikan laju perpindahan aset curian agar tidak keluar dari pengawasan. Urusan pengembalian dana kepada korban yang sah tidak dapat diputuskan sepihak oleh dewan, melainkan sepenuhnya berada di bawah kewenangan tata kelola ArbitrumDAO melalui mekanisme voting.
Konstitusi Arbitrum mengatur bahwa status chain-owner dipegang bersama oleh DAO dan Security Council untuk mengubah parameter inti protokol di layer Ethereum. Kendati demikian, wewenang administratif ini dibatasi ketat hanya pada ekosistem Arbitrum. Dewan tidak memiliki kemampuan teknis untuk menyentuh akun independen di jaringan utama Ethereum, apalagi menarik aset Bitcoin dari blockchain lain.
Bagi para anggota komunitas dan pemilik hak suara ARB, tindakan ini memperlihatkan mekanisme protokol dalam menghentikan pelarian aset bernilai puluhan juta dolar. Namun bagi para korban yang menanti aset kembali, proses pemulihan dana kini harus melewati konsensus formal di meja pemungutan suara.
๐ Baca Juga50 Operator Node THORChain Terancam Pidana FBI - Sang Pendiri Desak Tolak Perintah Blokir
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Baca juga: 50 Operator Node THORChain Terancam Pidana FBI - Sang Pendiri Desak Tolak Perintah Blokir
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




