Pasar aset dunia nyata (RWA) yang ditokenisasi menembus angka $34 miliar, dan investor on-chain ternyata lebih memilih membeli saham tunggal ketimbang reksa dana. Laporan kuartal ketiga Dune Analytics yang melacak lebih dari 2.600 produk dari 250 penerbit di 21 blockchain mencatat kepemilikan saham individual mewakili 81% dari total ekuitas spot tokenisasi, menyisakan 19% untuk dana reksa dan ETF. Nilai simpanan saham individu melompat sembilan kali lipat dalam setahun terakhir.
Empat kelas aset utama RWA tercatat tumbuh 140% menjadi $33,9 miliar pada akhir Agustus. Meski hanya mewakili sebagian kecil dari pasokan RWA, ekuitas mendominasi aktivitas perdagangan. Kategori ini mencetak 93% volume spot bulan Agustus dengan nilai $12,6 miliar. Transaksi kontrak perpetual ekuitas menyumbang tambahan volume hingga $72,4 miliar pada periode yang sama.
Demam Cip Memori Asia
Pasar perpetual ekuitas banyak digerakkan oleh saham-saham dari Asia yang menyumbang 24% total open interest. Saham perusahaan pembuat cip memori menarik minat terbesar dengan menguasai 47% volume perpetual ekuitas di bulan Agustus. Permintaan tinggi pada sektor ini membuat satu kontrak saham SK Hynix menyentuh tingkat pendanaan tahunan 308% pada bulan Juli - trader rela membayar mahal demi mempertahankan posisi long mereka.
Produk kas setara (cash-equivalent) tokenisasi memiliki basis nilai lebih besar mencapai $17,8 miliar, namun perputarannya lambat. Hanya 0,006% dari pasokan kas setara yang diperdagangkan di pasar sekunder sepanjang Agustus. Aset ini juga jarang dipakai untuk jaminan pinjaman. Hanya 0,4% kas setara yang disetorkan ke protokol kredit sebagai agunan, jauh di bawah kredit tokenisasi yang porsi penjaminannya berkisar antara 19 hingga 21%.
Apakah Bursa Tradisional Terancam?
Data Binance Research menunjukkan ekuitas tumbuh 390,4% dalam setahun menjadi $4,43 miliar, atau 13% dari seluruh aset RWA yang dilacak. Angka ini mewakili 0,0029% dari total kapitalisasi pasar saham publik senilai $151,9 triliun. Tingkat keaktifan modal (capital activation rate) ekuitas naik ke 7,54% per 15 September dari posisi 1,95% di awal tahun, didorong oleh kolam likuiditas yang menampung 65,4% nilai ekuitas aktif.
Regulator perlahan membuka pintu untuk mekanisme baru ini. Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat mengumumkan pengecualian bersyarat lima tahun pada 17 September yang mengizinkan platform sekuritas tokenisasi memperdagangkan saham-saham sistem pasar nasional (NMS) lewat automated market maker (AMM) dan kolam likuiditas yang berizin. Bursa tradisional ikut bereaksi: NYSE Group dan Blockchain.com meneken perjanjian pada 23 September untuk menjajaki sistem akses perdagangan 24 jam ke saham dan ETF Amerika Serikat, sambil menunggu persetujuan otoritas regulasi.
๐ Baca JugaKorea Selatan Buka Keran Tokenisasi Saham dan Obligasi di 2027 - Ritel Dibatasi 100 Juta Won
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Baca juga: Petrobras Uji Cardano Lacak Bahan Bakar Hijau - Cegah Klaim Ganda Emisi Karbon
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




