Salah satu bank paling ternama di Wall Street kini membuka pintu kripto lebar-lebar untuk nasabah ritelnya. Morgan Stanley merampungkan peluncuran trading langsung Bitcoin, Ethereum, dan Solana di platform brokerage E*TRADE, dengan biaya 0,50% per transaksi bagi klien yang memenuhi syarat. Setelah sebelumnya kripto identik dengan aplikasi crypto-native, kini tiga aset itu bisa dibeli langsung dari akun brokerage yang sama tempat orang menyimpan sahamnya.
Namun angka 0,50% itu cuma bagian permukaan. Yang lebih layak dicermati adalah seberapa jauh Morgan Stanley sudah melangkah membangun seluruh ekosistem kripto di belakangnya.
Dari Pilot Mei ke Rilis Penuh
Peluncuran penuh ini menyusul program pilot yang dimulai Mei 2026. Kini layanannya terbuka untuk semua nasabah E*TRADE yang memenuhi syarat - lompatan dari rencana yang pertama kali diumumkan Morgan Stanley pada 2025. Infrastruktur kripto di balik layar disediakan Zerohash, yang sekaligus menyimpan aset di akun nasabah yang tertaut. Untuk sekarang, cakupannya masih trading dan kustodian; fitur transfer kripto masuk dan keluar akun baru direncanakan menyusul akhir tahun ini.
Menariknya, susunan ini bersifat sementara. Nanti tahun ini, E*TRADE berencana memindahkan layanan kripto dari Zerohash ke Morgan Stanley Digital Trust - bank trust nasional yang sedang dirancang grup ini. Morgan Stanley sudah mengajukan piagam bank trust nasional berfokus kripto ke OCC (Office of the Comptroller of the Currency), sejajar dengan Coinbase, Crypto.com, dan Ripple yang sudah mengantongi persetujuan bersyarat. Circle, penerbit stablecoin USDC, juga mendapat restu serupa bersama BitGo, Fidelity, dan Paxos.
ETF, Cadangan Bitcoin, dan Jalur Lending
Trading spot cuma satu sisi. Morgan Stanley juga bersiap menambah dua ETF yang terkait Ethereum dan Solana - pengajuan S-1 yang diamandemen menunjukkan peluncuran sudah dekat, meski tanggal pastinya belum dikonfirmasi. Awal tahun ini, grup ini sudah lebih dulu meluncurkan ETF Bitcoin spot dan menjadi bank pertama yang menawarkan produk semacam itu; dana tersebut sempat mengumpulkan $384 juta net aset menurut data SoSoValue.
Bahkan neracanya sendiri ikut bergerak. Morgan Stanley menaikkan cadangan Bitcoin yang tercatat sekitar 1.000 BTC hanya dalam dua minggu menjelang 11 Juli 2026, mengangkat total kepemilikan mereka di atas 5.700 BTC. Sementara di sisi wealth management, sejak Juni lalu ada jalur lain lewat perjanjian referral dengan Galaxy Digital: klien high-net-worth bisa meminjamkan Bitcoin, Ether, dan Solana ke Galaxy, lalu menerima saham produk investasi kripto spot termasuk Morgan Stanley Bitcoin Trust.
📌 Baca JugaBitcoin Ambruk ke $63.000 Diseret ‘Chip Rout’ Global - Data On-Chain Ungkap Titik Dasar Bear Market Bisa Datang Maksimal 101 Hari Lagi
Kenapa Ini Layak Dibaca sebagai Satu Paket
Kalau dijejerkan - rollout E*TRADE, dua ETF yang akan meluncur, aplikasi Digital Trust, hingga referral lending - terlihat bahwa Morgan Stanley tidak sedang menempatkan satu produk kripto, melainkan meletakkan trading, produk investasi, lending, dan infrastruktur kustodian sekaligus di atas meja. Masing-masing tentu tunduk pada aturan kelayakan, biaya, dan regulasi yang terpisah, jadi bukan berarti semua nasabah otomatis kebagian. Tetapi bagi siapa pun yang mengikuti bagaimana keuangan arus utama menyerap kripto, kabar dari E*TRADE ini paling pas dibaca bukan sebagai satu fitur baru, melainkan sebagai satu langkah dalam rencana yang jelas jauh lebih besar.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




