📅 Sabtu, 18 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Regulator yang Bakal Mengawasi Kripto $2,2 Triliun Ini Cuma Punya Satu Orang di Kursinya - dan Anehnya Malah Makin Gesit

Regulator yang Bakal Mengawasi Kripto $2,2 Triliun Ini Cuma Punya Satu Orang di Kursinya - dan Anehnya Malah Makin Gesit

📚 Istilah di Artikel Ini:

Bayangkan sebuah lembaga yang disiapkan Kongres AS untuk menjadi wasit utama pasar kripto bernilai $2,2 triliun - lalu ternyata, di ruang komisionernya yang seharusnya diisi lima orang, hanya ada satu kursi yang terisi. Itulah kondisi CFTC (Commodity Futures Trading Commission) saat ini: empat kursi kosong, termasuk kedua kursi jatah partai minoritas, tepat ketika RUU CLARITY Act hendak menyerahkan tanggung jawab pengawasan kripto terbesar dalam sejarah lembaga ini ke pundaknya.

Yang membuat cerita ini lebih menarik: komisi satu-orang ini bukannya melambat, melainkan justru dilaporkan makin gesit. Sebelum menuju paradoks itu, ada baiknya melihat dulu betapa timpangnya beban yang harus dipikul.

Satu Komisioner, Ribuan Miliar Dolar untuk Diawasi

Komisioner tunggal itu bernama Selig, dilantik Desember 2025. Sebelum dia, pelaksana tugas ketua Caroline Pham juga sempat menjabat sendirian - artinya CFTC sudah berfungsi sebagai badan satu-orang lintas dua periode kepemimpinan berturut-turut. Menariknya, masalahnya bukan pada kualitas orangnya: Selig sebelumnya menjabat chief counsel di Crypto Task Force milik SEC dan dianggap salah satu kandidat paling berkompeten. Persoalan sesungguhnya ada pada empat kursi yang tak kunjung terisi.

Ketimpangan makin jelas kalau menghitung staf. CFTC beroperasi dengan sekitar 556 pegawai pada tahun fiskal 2025, sementara SEC punya sekitar 4.200. Bahkan sejak Januari 2025, di bawah program pemangkasan tenaga kerja federal, CFTC kehilangan sekitar 21-25% pegawainya. Divisi penegakan hukum - bagian yang memburu kasus penipuan - kini hanya berisi sekitar 108 posisi, turun sekitar 23% dari 140 pegawai di 2025.

Beban Kerja yang Justru Membengkak

Ironisnya, tugas CFTC bergerak berlawanan arah dengan jumlah stafnya. Ada empat front sekaligus yang menanti. Pertama, struktur pasar kripto: RUU CLARITY akan memberi CFTC otoritas pengawasan utama atas trading spot komoditas digital seperti Bitcoin, Ether, XRP, dan Solana. Kedua, pasar prediksi: CFTC menuntut yurisdiksi federal eksklusif atas sektor yang tumbuh dari jutaan ke miliaran dolar per tahun, sampai menggugat negara bagian Illinois, Arizona, dan Connecticut, sembari Selig mengonfirmasi banyak investigasi berjalan soal pola trading mencurigakan di Polymarket dan Kalshi terkait aksi militer AS.

Ketiga, perpetual futures: menulis aturan untuk produk bervolume triliunan dolar per tahun dari luar negeri yang kini masuk pasar domestik, sembari digugat CME soal definisi hukum “perp”. Keempat, panduan DeFi dan Project Crypto - inisiatif bersama SEC yang menghasilkan taksonomi Maret. Semua itu ditumpuk di meja satu orang.

Uni Eropa Restui 14 Penyedia Kripto Baru ke Daftar MiCA - Ripple dan Deretan Bank Tradisional Ikut Masuk, Tapi Ada Sinyal yang Melandai📌 Baca JugaUni Eropa Restui 14 Penyedia Kripto Baru ke Daftar MiCA - Ripple dan Deretan Bank Tradisional Ikut Masuk, Tapi Ada Sinyal yang Melandai

Kondisi ini tak luput dari sorotan. April lalu, di rapat dengar pendapat House Agriculture Committee, Ketua Glenn Thompson langsung menyoroti kontradiksi tersebut dan meminta Selig mengajukan tambahan staf jika dibutuhkan - dan Selig setuju. Thompson bersama Representative Craig bahkan berjanji menyurati Gedung Putih untuk mendesak penunjukan cepat komisioner dari kedua partai. Solusi publik Selig sendiri atas keterbatasan sumber daya adalah teknologi: ia menyebut AI dan otomasi bisa dipakai meninjau aplikasi registrasi dan membantu pengawasan pasar, sambil menegaskan penegakan hukum tetap prioritas utama.

Paradoks yang Tak Diduga

Di sinilah letak kejutannya. Menurut laporan Bloomberg Law, komisi satu-orang ini justru bergerak lebih cepat merumuskan aturan soal pasar prediksi dan kripto. Alasannya sederhana namun mengganggu: tak ada komisioner minoritas yang menyusun dissent, tak ada negosiasi mayoritas, dan tak perlu menjadwalkan voting di sekitar kalender empat orang lain. Ketua yang ingin mengeluarkan proposal tinggal mengeluarkannya.

Bagi pelaku kripto, ini pisau bermata dua yang patut disimak. Aturan bisa terbit lebih cepat - kabar bagus untuk kepastian hukum - tapi lahir dari proses yang nyaris tanpa penyeimbang, dengan divisi penegakan hukum yang menyusut di saat yang salah. Pertanyaannya bukan lagi apakah CFTC akan mengatur kripto, melainkan seberapa sehat proses di baliknya ketika seluruh keputusan bertumpu pada satu meja.

Dilansir dari crypto.news.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share