Biaya jaringan mendekati 60% dari total pendapatan Tether, dan uang itu mengalir ke pihak lain. Dari perkiraan pendapatan tahunan $4,9 miliar dengan peredaran USDT senilai $150 miliar, Tether harus merelakan sekitar $2,9 miliar kepada blockchain yang tidak mereka kontrol, terutama Ethereum dan Tron. Jawaban Tether atas kebocoran ini datang dalam bentuk strategi dua front: mendanai dua blockchain baru yang justru saling bersaing.
Target utama strategi ini adalah merebut lalu lintas transaksi dari Tron, yang selama ini menjadi tulang punggung remitansi USDT di kawasan Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Menurut Delphi Digital, infrastruktur USDT saat ini sebagian besar berada di luar kendali Tether, membiarkan nilai ekonominya dinikmati oleh jaringan lain. Untuk membalikkan keadaan, Tether mendukung Plasma dan Stable, dua jaringan dengan pendekatan berbeda yang sama-sama menawarkan transfer USDT gratis.
Dua Arah yang Berlawanan
Plasma didukung oleh modal dari pihak yang berdekatan dengan Tether dan Founders Fund. Jaringan ini mengumpulkan $373 juta dalam penjualan yang kelebihan permintaan hingga tujuh kali lipat, dan meluncur bulan September sebagai Layer 1 EVM serbaguna. Plasma berfungsi layaknya blockchain lengkap yang mensubsidi jalur stablecoin melalui kontrak paymaster, dengan TVL mencapai $551 juta dan sudah menggandeng nama besar seperti Aave, Ethena, dan Euler. Jaringan ini mengandalkan token XPL untuk staking validator.
Di sisi lain, Stable atau StableChain mengambil jalur minimalis. Didukung oleh Bitfinex dengan CEO Tether duduk sebagai penasihat, Stable mengamankan deposit awal $2 miliar sebelum peluncuran mainnet bulan Desember. Jaringan ini dirancang sebagai blockspace untuk perusahaan, bukan mengejar imbal hasil DeFi. Transfer USDT digratiskan langsung oleh protokol, dan jaringan ini beroperasi dengan prinsip sesedikit mungkin blockchain untuk memaksimalkan fungsi pembayaran dolar. Token aslinya, STABLE, hanya digunakan untuk tata kelola dan staking.
Satu Amunisi di Garis Depan
Meski berbeda arsitektur, kedua blockchain mengandalkan amunisi yang sama: USDT0. Ini adalah versi omnichain USDT berbasis LayerZero OFT yang dioperasikan oleh Everdawn Labs, bukan oleh Tether langsung. Token ini bahkan sudah diangkat menjadi token gas asli di dalam ekosistem StableChain. Sejak Januari 2025, USDT0 tercatat telah memindahkan nilai kumulatif lebih dari $50 miliar.
📌 Baca JugaWise Ditolak Buka Bank di AS Karena Isu AML - Kini Mereka Pakai Celah Regulasi Stablecoin Meski Tak Niat Bikin Koin
Membangun ekosistem sendiri selalu berisiko, apalagi kalau langsung mendanai dua yang saling sikut. Bagi jutaan pengguna USDT di pasar berkembang, siapa yang menang antara Plasma dan Stable mungkin tidak penting, selama biaya transfer mereka benar-benar menjadi nol.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




