Bitcoin turun ke level $84.200 pada Rabu pagi. Angka ini menyusut lebih dari 2% dari posisi $86.500 yang tercetak sehari sebelumnya. Aset kripto terbesar ini bahkan sempat turun sesaat ke bawah $84.000. Penurunan singkat ini memicu rentetan likuidasi di pasar derivatif, menghapus posisi long senilai $487 juta dalam waktu singkat.
Kondisi serupa menimpa pasar Ethereum. Harga ETH jatuh ke bawah batas $2.600 dan memicu likuidasi bagi para trader. Data dari lookonchain menunjukkan seorang trader dengan alamat 0xcbab harus merelakan posisi long sebesar 3.728 ETH miliknya yang bernilai $9,85 juta. Likuidasi penuh ini rampung hanya dalam tiga menit saat harga menukik.
Tepat Waktu atau Informasi Orang Dalam?
Di tengah aksi jual ini, ada pihak yang mengambil posisi berlawanan dengan waktu eksekusi yang presisi. Tepat sebelum pasar mulai jatuh, empat dompet kripto yang baru saja dibuat menyetorkan 1 juta USDC ke bursa Hyperliquid.
Keempat dompet baru itu langsung membuka posisi short dengan pengungkit 40x atas 148,49 BTC senilai $12,5 juta. Lookonchain mencatat manuver mendadak sesaat sebelum harga runtuh ini memunculkan kecurigaan soal pemanfaatan informasi orang dalam.
Pola Historis Belum Patah
Analis CryptoQuant, MorenoDV, menilai pemulihan harga Bitcoin saat ini tertahan oleh aksi ambil untung pelaku pasar. Menurutnya, harga aset ini masih berada di atas estimasi basis biaya para trader aktif yang bertengger di angka $68.900.
Kendati harga terkoreksi, struktur pergerakan Bitcoin sejak pertengahan tahun sebenarnya belum patah. Aset ini mempertahankan pola tangga (stair-step) yang terus menanjak: periode Juli-Agustus berada di rentang $62.000-$67.000, Agustus-September naik ke area $76.000-$81.500, dan sejak bulan September menetap di koridor $83.000-$87.000.
CEO Giottus, Vikram Subburaj, menyebut Bitcoin telah membangun rentang harga baru di sekitar $83.000-$87.000. “Jika batas $83.000 bertahan, itu membuktikan penjual tidak bisa memaksa harga kembali ke area perdagangan sebelumnya,” ujarnya. Sementara itu, analis FxPro Alex Kuptsikevich menempatkan support Bitcoin di level $84.000 - titik yang jika tertembus akan membuka jalan bagi harga menuju $80.000.
Arus ETF Bergerak Dua Arah
Di sisi investasi institusi, arus modal merespons koreksi pasar dengan arah berbeda. ETF Bitcoin justru mencatatkan dana masuk $119 juta pada perdagangan Selasa, berbalik dari arus keluar $90 juta pada hari Senin. ETF XRP menyusul dengan tambahan $3,1 juta, berlawanan dengan ETF Solana yang mencatat modal keluar $3,7 juta.
๐ Baca JugaChina Buka Akses Kripto Lagi - Mantan Petinggi UBS Asia Ramalkan Supercycle Baru
Tekanan jual justru berlanjut pada produk investasi berbasis Ethereum. ETF Ether mengalami arus dana keluar selama enam sesi perdagangan berturut-turut, menarik total modal $408 juta dari pasar. Bagi para investor, perbedaan pergerakan dana ETF ini menegaskan bahwa tidak semua aset kripto merespons pergerakan harga dengan cara yang sama.
Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Baca juga: Setahun Sejak Rekor $126.000, Harga Bitcoin Cuma Turun 32% - Tapi Obligasi 5,7% Bawa Ancaman Baru
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




