๐Ÿ“… Sabtu, 15 Agustus 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID โ–ผ
CEO Citigroup Dukung CLARITY Act - Tapi Cemaskan Potensi Eksodus Deposito Bank $6 Triliun

CEO Citigroup Dukung CLARITY Act - Tapi Cemaskan Potensi Eksodus Deposito Bank $6 Triliun

๐Ÿ“š Istilah di Artikel Ini:

Dukungan penting datang dari salah satu bank terbesar di dunia. CEO Citigroup Jane Fraser terang-terangan menyatakan dukungannya untuk pengesahan CLARITY Act dalam wawancara dengan Fox Business pada Kamis 14 Agustus. Sikap ini menjadi bekal kuat menjelang pemungutan suara prosedural di Senat yang dijadwalkan pada 15 September 2026. Namun di balik lampu hijau itu, industri perbankan menyimpan satu kekhawatiran besar: celah aturan yang bisa menyedot uang tunai dari sistem tradisional.

“Kami belum menyerah untuk mendapatkan perbaikan pada RUU ini, tapi kami ingin melihat RUU yang baik disahkan,” kata Fraser. Fokus utamanya ada pada sistem hadiah atau reward stablecoin yang masih diizinkan. Fraser memperingatkan praktik itu berpotensi menarik dana nasabah keluar dari bank AS, terutama memukul institusi kecil yang melayani komunitas pinggiran. Hal itu bisa berdampak buruk pada jumlah deposito bank dan menggerus kemampuan mereka memberikan pinjaman di wilayah yang tidak terjangkau kripto maupun bank besar.

Ancaman Nyata atau Ketakutan Berlebihan?

Kecemasan kubu bank bukan tanpa alasan. CEO Bank of America Brian Moynihan membuat hitungan tajam: ada potensi dana sebesar $6 triliun yang bisa berpindah dari kantong deposito perbankan menuju produk stablecoin. Berbekal estimasi itu, Asosiasi Bankir Amerika (ABA), ICBA, dan 76 asosiasi perbankan tingkat negara bagian mendesak Senat untuk memperketat Pasal 404 dari draf aturan sebelum masuk ke lantai perdebatan penuh.

Lewat payung hukum GENIUS Act tahun 2025, pemerintah AS memang sudah melarang penerbit stablecoin memberikan bunga langsung. Masalahnya, platform pertukaran kripto masih bebas menyusun program reward mereka sendiri. Senator Tillis dan Alsobrooks sempat menengahi isu ini lewat tawaran kompromi: larang imbal hasil pasif, tapi izinkan insentif untuk aktivitas nyata seperti transaksi dan pembayaran. Kesepakatan komite Senat setebal 309 halaman yang terbit bulan Mei lalu masih mempertahankan struktur jalan tengah ini.

Hitungan Gedung Putih dan Pembelaan Kripto

Pertanyaannya, apakah dampak eksodus dana itu benar-benar akan menghancurkan sistem kredit masyarakat? Council of Economic Advisers Gedung Putih meragukan hitung-hitungan Moynihan. Menurut data mereka, larangan total terhadap imbal hasil stablecoin hanya akan menambah kapasitas pinjaman bank sekitar $2,1 miliar - jumlah yang hanya setara 0,02% dari total pinjaman nasional.

๐Ÿ“Œ Baca JugaIrlandia Bidik Wallet Kripto Pribadi Lewat Strategi AML Nasional - Lebih Galak dari Standar Eropa

Perwakilan industri kripto tentu saja melawan tuntutan perbankan. Chief Policy Officer Coinbase Faryar Shirzad mengingatkan bahwa institusi bank sebenarnya sudah memenangkan pembatasan ketat di draf terbaru. Shirzad menilai struktur kompromi yang ada saat ini sudah cukup seimbang dan wajib dipertahankan untuk mengapresiasi pengguna yang aktif bertransaksi di platform kripto.

Tarik ulur antara daya tarik insentif kripto dan ketahanan kredit lokal kini menanti palu Senat. Hingga jadwal pemungutan suara tiba bulan depan, lobi perbankan dipastikan terus bermanuver untuk mengubah isi naskah final.

Dilansir dari crypto.news.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share