Harga Ether mencetak reli 70% sepanjang kuartal ketiga 2026, mengalahkan Bitcoin yang membukukan kenaikan 42% pada periode serupa. Berdasarkan data CoinDesk, ETH saat ini diperdagangkan di kisaran harga $2.696, sedangkan Bitcoin bertengger di sekitar level $85.502.
Namun di balik persentase harga yang hijau, kekuatan fundamental di buku pesanan bursa justru menunjukkan pergerakan sebaliknya.
Jatuhnya Kedalaman Pasar
Kedalaman pasar harian ETH antara 6 Juli hingga 30 September hanya tersisa di kisaran 35% sampai 45% dibandingkan likuiditas Bitcoin. Laporan riset CoinGecko mencatat penyusutan ini berbanding jauh dengan periode yang sama tahun lalu, di mana rasio likuiditas ETH berbanding BTC bertahan di batas minimal 60%.
CoinGecko menyebut penyusutan likuiditas ETH sebagai kemerosotan tajam. Di lapangan, ETH memegang kedalaman pasar $13 juta sampai $14 juta dalam rentang 0,15% dari harga wajar. Ketebalan order book di level ini memadai untuk melayani pesanan dari pedagang biasa, tapi terlalu tipis untuk mengakomodasi eksekusi dari aliran dana berskala besar.
Tren order book yang mengering turut melanda Solana. Kedalaman pasar SOL dalam rentang 2% dari harga perdagangan merosot ke kisaran $20 juta per sisi, menyusut dari angka $28 juta pada tahun lalu.
Aktivitas harian SOL tetap berjalan tinggi di tengah menipisnya likuiditas bursa. Kapitalisasi pasar XRP tercatat 40% lebih besar daripada Solana, namun volume perdagangan harian SOL memimpin 25% lebih banyak ketimbang XRP berdasarkan laporan harian yang sama.
Dampak Tipisnya Bursa bagi Pedagang
Data likuiditas kuartal ketiga membongkar asumsi klasik di kalangan investor kripto. Banyak pihak meyakini bahwa lonjakan harga otomatis mempertebal buku pesanan dan menarik lebih banyak pedagang aktif. Fakta di bursa membuktikan bahwa reli harga 70% pada ETH terjadi bersamaan dengan menyusutnya jumlah aset cair yang mengantre.
๐ Baca JugaDana $118 Juta Keluar dari ETF Ether - Tapi Citi Justru Naikkan Target ke $3.028 Jelang Upgrade 150 Milidetik
Pasar yang tipis mempercepat pergeseran harga eksekusi. Perintah jual beli berskala besar lebih mudah menghabiskan antrean order terdekat, memaksa pesanan lanjutan tereksekusi pada harga yang lebih buruk. Risiko slippage - selisih target harga dengan angka eksekusi akhir - langsung meningkat bagi para trader, terutama saat pasar merespons tren reli maupun aksi jual tajam.
Risiko pergeseran harga eksekusi berpadu dengan munculnya tekanan dari dalam jaringan Ethereum. Antrean unstake ETH melonjak 392% sejak awal Oktober. Bagi pelaku pasar, buku pesanan yang tipis berarti menempatkan order besar di tengah tingginya ketidakpastian likuiditas yang sanggup mendongkrak biaya tambahan dari setiap transaksi.
Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Cara Kerja Staking Kripto dan Risikonya
Baca juga: Bayar AI Tanpa Takut Dilacak - Ethereum Rilis zkAPI ke Mainnet Bermodal ZK Proof
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




