Order Book adalah daftar elektronik yang berisi rincian pesanan beli dan jual untuk aset kripto tertentu pada tingkat harga yang berbeda secara real-time. Daftar ini mempertemukan pembeli dan penjual di platform exchange, membantu pengguna melihat tingkat minat pasar serta likuiditas aset tersebut sebelum melakukan transaksi.
🔊 Cara baca: or-der buk
Penjelasan
Bayangkan kamu sedang berada di pasar tradisional. Di sana, ada papan tulis besar tempat semua orang menuliskan harga barang yang ingin mereka beli atau jual. Misalnya, ada orang yang menulis ‘Saya mau beli beras seharga 15 ribu rupiah’ dan ada pedagang yang menulis ‘Saya mau jual beras seharga 16 ribu rupiah’.
Papan tulis inilah yang disebut Order Book. Di dunia kripto, semuanya berjalan otomatis lewat aplikasi. Papan ini membantu kamu melihat berapa banyak orang yang sedang mengantre untuk membeli atau menjual kripto pada harga tertentu, sehingga kamu tahu harga pasaran yang sedang disepakati saat itu.
Order Book terdiri dari dua bagian utama: sisi penawaran beli (bids) dan sisi penawaran jual (asks). Penawaran beli biasanya ditampilkan dalam warna hijau dan disusun dari harga tertinggi ke terendah di bagian bawah. Sebaliknya, penawaran jual biasanya berwarna merah dan disusun dari harga terendah ke tertinggi di bagian atas. Selisih antara harga beli tertinggi dan harga jual terendah ini disebut sebagai spread.
Setiap kali ada kecocokan harga antara penawaran beli dan penawaran jual, transaksi akan langsung terjadi secara otomatis oleh sistem pencocokan (matching engine) milik exchange. Proses ini berlangsung sangat cepat dan terus-menerus selama pasar beroperasi, mencerminkan hukum permintaan dan penawaran secara langsung di pasar aset kripto.
Order Book sangat dipengaruhi oleh kedalaman pasar (market depth) yang menunjukkan volume pesanan pada setiap tingkat harga. Trader profesional sering menganalisis grafik kedalaman (depth chart) untuk mengidentifikasi dinding beli (buy wall) atau dinding jual (sell wall), yaitu area dengan volume pesanan sangat besar yang dapat menahan pergerakan harga. Selain itu, pesanan di dalam Order Book tidak mencerminkan seluruh likuiditas pasar karena adanya transaksi di luar buku seperti OTC (Over-the-Counter) atau pesanan tersembunyi (hidden orders) yang digunakan oleh institusi besar agar tidak memicu kepanikan pasar.
🇮🇩 Konteks Indonesia
Di Indonesia, Order Book dapat ditemukan di aplikasi exchange kripto resmi yang telah terdaftar sbg Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK). Sesuai aturan yang berlaku, aset kripto di Indonesia dikategorikan sebagai komoditi dan bukan merupakan alat pembayaran yang sah. Pengawasan pasar ini berada di bawah transisi OJK/Bappebti, di mana setiap transaksi jual-beli yang terekam di dalam Order Book exchange terdaftar tersebut akan dikenai pajak final.
Contoh
Bayangkan sebuah konser musik populer di mana tiketnya sudah habis terjual. Di luar stadion, terdapat kerumunan orang yang ingin membeli tiket sisa dan calo yang ingin menjual tiket mereka. Calo-calo berteriak menawarkan tiket mulai dari harga 2 juta hingga 3 juta rupiah, sementara calon pembeli menawar mulai dari 1 juta hingga 1.8 juta rupiah. Kerumunan yang saling menawarkan harga inilah yang bertindak seperti Order Book fisik, di mana transaksi baru akan terjadi ketika ada calo yang menurunkan harga atau pembeli yang menaikkan tawaran mereka hingga bertemu di satu titik harga yang disepakati bersama.
Apa perbedaan antara bid dan ask dalam Order Book?
Bid adalah harga tertinggi yang bersedia dibayar oleh pembeli untuk mendapatkan aset kripto, sedangkan ask adalah harga terendah yang rela diterima oleh penjual untuk melepas asetnya.
Mengapa daftar antrean di Order Book selalu berubah dengan cepat?
Perubahan cepat terjadi karena ribuan pengguna dari seluruh dunia terus memasukkan, mengubah, atau membatalkan pesanan mereka setiap detik, serta karena adanya transaksi instan yang langsung menyelesaikan antrean tersebut.
🧠 Uji Paham
Istilah Terkait
Terakhir diperbarui 18 Juli 2026. Konten bersifat informatif/edukatif, bukan nasihat keuangan atau hukum - regulasi kripto bisa berubah, selalu verifikasi ke sumber resmi (OJK/Bappebti) untuk keputusan penting.




