Base (Blockchain) adalah jaringan blockchain layer-2 yang dibangun oleh Coinbase di atas jaringan Ethereum untuk menyediakan transaksi yang lebih cepat, murah, dan aman. Teknologi ini berfungsi sebagai jalur tambahan yang membantu meringankan beban transaksi Ethereum tanpa mengorbankan tingkat keamanan yang dimiliki oleh jaringan utama tersebut.
🔊 Cara baca: beis
Penjelasan
Bayangkan Ethereum sebagai jalan tol utama di ibu kota yang sangat besar namun sering macet parah dan tarif masuknya sangat mahal karena terlalu banyak mobil yang mengantre. Base hadir seperti jalur layang khusus atau lajur cepat tambahan yang dibangun tepat di atas jalan tol utama tersebut.
Di jalur layang Base ini, kendaraan bisa melaju jauh lebih cepat dengan biaya tol yang sangat murah. Setelah perjalanan di jalur layang selesai, semua catatan perjalanan kendaraan tersebut akan tetap dilaporkan dan disimpan di gerbang tol utama Ethereum agar tetap aman dan sah.
Base merupakan solusi skala dua (Layer 2) yang dikembangkan menggunakan teknologi rollup untuk menggabungkan banyak transaksi menjadi satu kelompok besar sebelum mengirimkannya ke blockchain Ethereum. Cara ini secara signifikan mengurangi beban kerja komputasi di jaringan utama, sehingga biaya transaksi (gas fee) menjadi jauh lebih murah bagi pengguna akhir.
Meskipun dibangun oleh perusahaan Coinbase yang merupakan salah satu bursa kripto terbesar di dunia, Base dirancang sebagai jaringan yang terdesentralisasi dan terbuka bagi siapa saja. Pengguna dapat menggunakan koin Ethereum (ETH) untuk membayar biaya transaksi di jaringan Base, sehingga jaringan ini tidak membutuhkan atau menerbitkan token khusus tersendiri.
Base dibangun di atas arsitektur OP Stack, sebuah perangkat lunak sumber terbuka yang mendapat dukungan ekosistem Superchain yang saling terhubung. Transaksi di Base diamankan menggunakan metode Optimistic Rollup, di mana transaksi dianggap valid secara default dan hanya diverifikasi kembali di Ethereum jika ada pihak yang mengajukan sanggahan (fraud proof) dalam periode waktu tertentu.
🇮🇩 Konteks Indonesia
Bagi investor di Indonesia, aset kripto berstatus sebagai komoditi yang dapat diperdagangkan dan bukan merupakan alat pembayaran sah, sehingga transaksi belanja langsung menggunakan Base tidak diperbolehkan secara hukum. Aktivitas jual-beli Ethereum atau token lainnya yang ada di jaringan Base harus dilakukan melalui exchange lokal terdaftar yang berstatus Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) di bawah pengawasan OJK/Bappebti, di mana setiap transaksi tersebut akan dikenai pajak final sesuai ketentuan yang berlaku.
Contoh
Sebagai analogi konkret, bayangkan sebuah jasa titip (jasatip) belanja di pasar tradisional yang sangat ramai. Dibandingkan setiap orang pergi sendiri ke pasar dan masing-masing membayar ongkos ojek yang mahal untuk satu barang, satu agen jasatip (Base) pergi mengumpulkan ratusan titipan belanjaan warga, membelinya sekaligus dalam satu kali jalan, lalu membagikannya kembali ke masing-masing warga dengan ongkos kirim yang dibagi rata sehingga menjadi sangat murah bagi tiap orang.
Apakah Base memiliki token kripto sendiri?
Tidak, jaringan Base sengaja dirancang tanpa memiliki token asli sendiri, sehingga seluruh biaya transaksi di jaringan ini dibayarkan menggunakan Ethereum (ETH).
Siapa yang mengoperasikan dan mengawasi jaringan Base?
Base dikembangkan oleh Coinbase, namun jaringannya berjalan secara terbuka dan otomatis menggunakan kode sumber berbasis OP Stack sehingga tidak dikendalikan sepenuhnya oleh satu pihak.
🧠 Uji Paham
Istilah Terkait
Terakhir diperbarui 18 Juli 2026. Konten bersifat informatif/edukatif, bukan nasihat keuangan atau hukum - regulasi kripto bisa berubah, selalu verifikasi ke sumber resmi (OJK/Bappebti) untuk keputusan penting.




