Impermanent Loss adalah kerugian sementara yang dialami penyedia likuiditas di dalam pool decentralized finance (DeFi) akibat perubahan rasio harga kedua aset kripto yang mereka simpan secara berpasangan. Kerugian ini baru menjadi permanen jika penyedia likuiditas memutuskan untuk menarik aset mereka saat harga masih tidak seimbang.
🔊 Cara baca: im-per-ma-nen los
Penjelasan
Bayangkan kamu dan temanmu sepakat membuat kotak bersama untuk menukarkan apel dan jeruk. Kamu memasukkan 5 apel dan 5 jeruk yang nilainya sama. Jika tiba-tiba harga apel di pasar luar melonjak sangat mahal, orang-orang akan berbondong-bondong mengambil apel dari kotakmu dan menukarnya dengan jeruk yang lebih murah.
Saat kamu menarik modalmu kembali, kamu terkejut karena sekarang hanya memiliki sedikit apel dan terlalu banyak jeruk. Jika kamu hitung nilainya, ternyata total nilai buah yang kamu miliki sekarang lebih kecil dibandingkan jika kamu hanya menyimpan 5 apel dan 5 jeruk itu di lemari dapur rumah tanpa ikut membuat kotak tukar tersebut.
Impermanent loss terjadi pada platform bursa terdesentralisasi (DEX) yang menggunakan sistem Automated Market Maker (AMM). Dalam sistem ini, penyedia likuiditas harus menyetor dua jenis aset kripto dengan nilai yang sama rata ke dalam kolam likuiditas agar pengguna lain bisa bertransaksi.
Ketika harga salah satu kripto di pasar luar berubah secara signifikan, para pedagang arbitrase akan membeli aset yang lebih murah di kolam tersebut dan menjualnya di tempat lain untuk mencari untung. Proses ini terus berjalan sampai rasio harga di kolam kembali seimbang dengan pasar luar, namun akibatnya jumlah token di dalam kolam berubah.
Jika penyedia likuiditas membiarkan asetnya tetap di dalam kolam dan harga kedua aset tersebut kembali ke rasio awal saat disetor, kerugian ini akan hilang. Namun, jika mereka menarik asetnya saat harga masih berbeda, kerugian sementara tersebut resmi menjadi kerugian permanen.
Secara matematis, impermanent loss terjadi karena formula perkalian konstan (x * y = k) yang digunakan oleh sebagian besar protokol AMM seperti Uniswap. Ketika harga relatif aset x terhadap y berubah sebesar dua kali lipat, penyedia likuiditas akan mengalami kerugian sekitar 5,7 persen dibandingkan dengan hanya memegang aset tersebut di dompet pribadi mereka.
🇮🇩 Konteks Indonesia
Di Indonesia, aktivitas DeFi yang memicu impermanent loss belum diatur secara spesifik oleh OJK/Bappebti karena regulasi saat ini lebih berfokus pada perdagangan aset kripto di bursa lokal terdaftar. Namun, investor Indonesia yang memanfaatkan DeFi wajib memahami risiko ini secara mandiri, karena setiap konversi aset yang terjadi di dalam pool tetap berpotensi menjadi objek pelaporan pajak final ketika dicairkan kembali melalui exchange lokal terdaftar.
Contoh
Bayangkan kamu menitipkan lembaran prangko lama dan prangko baru di loket kantor pos untuk ditukar-tukar oleh pengirim surat. Kantor pos menetapkan aturan bahwa total nilai prangko lama dan prangko baru yang dititipkan harus selalu seimbang. Ketika harga prangko lama tiba-tiba naik drastis di kalangan kolektor, orang-orang akan cepat-cepat menukarkan prangko baru mereka dengan prangko lama milikmu di loket tersebut. Akibatnya, saat kamu mengambil kembali titipanmu, kamu pulang membawa setumpuk prangko baru yang nilainya lebih rendah daripada jika kamu menyimpan prangko lama itu sendiri di rumah sejak awal.
Apakah penyedia likuiditas selalu mengalami kerugian akibat Impermanent Loss?
Tidak selalu, karena kerugian ini sering kali bisa ditutupi oleh keuntungan dari biaya transaksi (transaction fee) yang dibayarkan oleh para pengguna kolam likuiditas tersebut.
Bagaimana cara menghindari Impermanent Loss?
Salah satu cara terbaik adalah dengan menyediakan likuiditas pada pasangan aset stabil (stablecoin) yang harganya tidak berfluktuasi, seperti USDT dan USDC.
🧠 Uji Paham
Istilah Terkait
Terakhir diperbarui 18 Juli 2026. Konten bersifat informatif/edukatif, bukan nasihat keuangan atau hukum - regulasi kripto bisa berubah, selalu verifikasi ke sumber resmi (OJK/Bappebti) untuk keputusan penting.




