Bitcoin menutup minggu pertama di atas level $80.000 sejak awal Mei 2026. Angka penutupan ini menjadi pijakan awal pasar kripto menjelang pekan penentuan kebijakan moneter Amerika Serikat. Pelaku pasar menanti laporan Indeks Harga Produsen (PPI) pada hari Kamis dan Indeks Harga Konsumen (CPI) Agustus pada hari Jumat. Kedua indikator inflasi itu menyetel ulang ekspektasi publik sebelum rapat Federal Reserve pada 16 September.
Inflasi bulan lalu tumbuh 0,1% month-on-month dan 3,4% year-on-year, sejalan dengan estimasi pasar. Walau laju harga tidak melenceng dari target, petinggi bank sentral memilih menahan diri. Dalam simposium Jackson Hole akhir Agustus, Ketua Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa data musim panas belum memberi bukti kuat untuk menyimpulkan adanya perbaikan tren dasar inflasi.
Taruhan Suku Bunga dan Tekanan Politik
Laporan ketenagakerjaan AS bulan Agustus memberikan alasan bagi Fed untuk menunda pelonggaran moneter. Angka terbaru mencatat penambahan 162.000 pekerjaan baru, melampaui estimasi 56.000 posisi yang diperkirakan, beserta revisi naik untuk bulan-bulan sebelumnya. Pasar tenaga kerja yang kuat mengurangi dorongan bagi bank sentral untuk memangkas suku bunga.
Probabilitas di CME FedWatch Tool langsung merespons data tenaga kerja itu. Konsensus pasar saat ini menempatkan peluang 58,4% bagi bank sentral untuk menaikkan suku bunga 0,25% pada pertemuan 16 September. Kenaikan biaya pinjaman umumnya menekan selera risiko investor terhadap aset spekulatif seperti mata uang kripto, sedangkan kebijakan yang lebih longgar memberikan ruang sebaliknya.
Melalui platform Truth Social, Donald Trump melontarkan desakan langsung mengenai arah kebijakan suku bunga. “The Fed Board harus pintar - JADILAH PATRIOT. Suku bunga tinggi sangat merugikan AS,” tulisnya menekan otoritas moneter.
Beban dari Asia dan Efek Kuartal Empat
Dari Asia, manuver pemerintah Jepang turut memengaruhi komposisi arus modal. Negara itu mengeksekusi rekor intervensi mata uang, ditandai dengan penurunan cadangan devisa sebesar $79,57 miliar dari posisi akhir Juli. Langkah ini mendorong nilai tukar yen menguat ke angka 155 per dolar AS.
๐ Baca JugaGPT-6 Astra Bangun Replika Manhattan di Unreal Engine - Anehnya Kemampuan Menulisnya Malah Merosot
Di tengah prospek suku bunga tinggi, Musaic Asset Company memproyeksikan pandangan berbeda. Mereka menilai tingginya serapan tenaga kerja AS justru menjadi katalis yang mengamankan laba korporasi, sehingga menopang kelanjutan pasar bullish ekuitas ke depan.
Seluruh rentetan data makro ini bergulir di bulan September - periode yang menurut catatan sejarah kerap menjadi bulan terburuk bagi saham. Ditambah jadwal pemilu sela pada bulan November, arah keputusan The Fed minggu depan akan menjadi variabel penentu pergerakan volatilitas Bitcoin sepanjang kuartal keempat tahun ini.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: GPT-6 Astra Bangun Replika Manhattan di Unreal Engine - Anehnya Kemampuan Menulisnya Malah Merosot
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




